SMS, Cikarang Barat - 17 Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerindra Kabupaten Bekasi mengajukan tuntutan ke DPP supaya ketua DPC Gerindra Safrudin Jaluma dan Sekretaris Raka Tubagus Dicopot dari jabatannya. Ke dua sosok pemimpin ini dinilai tidak layak karena dianggap tidak memiliki komitmen membesarkan partai. Malahan yang terjadi kedua sosok ini mencari peruntungan di partai Gerindra untuk mencari materi.
Ketua PAC Serang Baru Din Zaenudin menjelaskan tindakan Jaluma dinilai tidak pantas menjadi ketua DPC Gerindra. Zaenudin juga menyatakan kalau Jaluma dan Raka sendiri tidak memiliki iktikad baik membesarkan partai. Yang ada keduanya malah menggerogoti partai. Zaenudin juga menjelaskan selama satu tahun memegang SK tidak ada kinerja nyata.
“Ga ada satupun PAC yang dukung dia. Ga ada bahasa lain selain mencopotnya,” jelas Din Zaenudin.
Menurutnya kader Gerindra yang ada di PAC merasa gerah dengan kepengurusan Safrudin sejak lama. Moment pilkada ini menjadi puncaknya. Ia menilai antara Safrudin dan Raka tidak ada kordinasi sama sekali dengan PAC ataupun pengurus lainnya. Untuk menentukan dukungan mereka jalan berdua dengan sekumnya. Sementara kader yang di bawah merasa kalau PAC mendapatkan dana dari DPC. Sebab DPC sendiri menerima dana cukup banyak.
”Yang ada kami kena fitnah selama pilkada ini. Ranting mengira PAC dapat duit padahal duitnya dikantongi sendiri sama mereka berdua,” beber lelaki yang juga pengurus KNPI Serang Baru tersebut.
Hal serupa juga diungkapkan ketua Satuan Relawan Indonesia Raya (SATRIA) Musfida Rizal yang juga menghendaki supaya kepengurusan yang ada dirombak. Menurutnya Gerindra di bawah kepengurusan Safrudin akan semakin hancur. Sebab apa yang dilakukan ketuanya melenceng dari garis partai.
“Safrudin itu jadi anggota saja tidak pantas apalagi jadi ketua partai. Ini memang kesalahan saya dulu waktu membawanya,” jelas Rizal.
Ia pun membeberkan saat pertama kali ia membesarkan Gerindra di Kabupaten Bekasi. Sebelumnya ketua Gerindra pada tahun 2010 dijabat Hariadi Subagio. Karena orangnya sakit strok Rizal pun berinisiatif untuk mencari sosok pengganti yang bisa membesarkan Gerindra. Ia pun bertemu dengan Safrudin dan terjadi kesepakatan untuk sama-sama membesarkan Gerindra. Karena Rizal yang terlebih dahulu aktif di Gerindra ia pun memfasilitasinya ke DPP.
“Dulu saya yang bawa Jaluma dan Raka ke DPP, mereka mengaku bisa menjalankan dan membesarkan Gerindra,” tegasnya.
Namun setelah berjalan dan mendapatkan SK Jaluma lupa daratan. Bahkan jelas Rizal ada kader yang dimintai dana sebesar Rp 3 juta supaya bisa duduk di pengurus inti di DPC. Namun kenyataannya hanya duduk di salah satu pengurus bidang. Selain itu juga ada pengurus PAC yang juga dimintai dana supaya bisa mendapatkan SK. Ini jelas telah menodai partai itu sendiri. Seakan-akan partai dijadikan lahan untuk mencari materi.
”Kami kesal ada yang seperti itu. Masak kader dimintai duit supaya bisa mendapatkan SK. Inikan keterlaluan,” tukasnya.
Sekedar diketahui 17 PAC yang membubuhkan tanda tangan supaya Jaluma dicopot di antaranya PAC Serang Baru, Cibarusah, Bojong Mangu, Cikarang Barat, Cibitung, Tambun Selatan, Babelan, Tarumajaya, Tambelang, Tambun Utara, Sukatani, Cikarang Timur, Cikarang Utara, Sukakarya, Cabang Bungin, Muara Gembong dan Karang Bahagia. (dit)
untuk SATRIA gerindra kedepannya bagaimana ...tidak ada koordinasi ke ANAK CABANG ...bahkan programnya tidak di jalankan bagaimana untuk menjalakan sayap partai ,bila ketentuan PAC tambun selatan tidak berjalan...mohon tindak lanjutnya