2012, Kabupaten Bekasi Targetkan 1 Juta Ton GKG

[caption id="attachment_895" align="aligncenter" width="448" caption="Warga di Kampung Rawa Lele Desa Wanajaya Kecamatan Cibitung, tengah memanen padi (mengarit) yang merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat Kabupaten Bekasi."]Mengarit[/caption]

SMS, Cikarang Pusat - Bupati Bekasi, Sa’duddin, menargetkan produksi padi Kabupaten Bekasi tahun 2012 mencapai 1 juta ton per tahun. Taget tersebut dianggap realistis. Pasalnya, saat ini produksi padi Kabupaten Bekasi masih berkisar 600 ribu-700 ribu ton gabah kering giling (GKG) per tahun.


"Dengan produksi gabah sebanyak 1 juta ton per tahun, maka Kabupaten Bekasi bisa melakukan swasembada beras. Bahkan bisa mengirimnya ke daerah lain di Kabupaten Bekasi seperti Kota Bekasi dan DKI Jakarta yang selama ini dipasok dari Karawang dan Subang," kata Sa'duddin, Kepada SMS Bekasi baru baru ini.


Bupati mengatakan, untuk mendukung program tersebut, maka pihaknya terus melakukan pembinaan dan pemberian bantuan bibit serta pupuk kepada para petani. Selain itu, pencegahan terhadap serangan hama juga dilakukan sedini mungkin agar tidak merugikan para petani.


Selain itu, kata dia, saat ini Kabupaten Bekasi tengah berkonsentrasi menyiapkan sekitar 52 ribu hektar lahan abadi untuk pertanian. Hal tersebut dilakukan guna mendukung pencapaian target swasembada beras tahun 2012 sampai 25 tahun mendatang.


"Kabupaten Bekasi dari dulu merupakan salah satu lumbung padi terbesar di Indonesia. Untuk itu, program pembangunan harus diarahkan pada penguatan sektor pertanian dan agrobisnis," katanya.


Kata dia, dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2011, disiapkan 52 ribu hektar lahan abadi untuk pertanian, dan tidak bisa diubah untuk peruntukkan pembangunan yang lain, kecuali untuk kepentingan nasional.


Lahan abadi pertanian, kata Sa'duddin, meliputi tujuh kecamatan yakni, Kedungwaringin, Pabayuran, sebagian Cabangbungin, Sukakarya, Karangbahagia, Sukatani, Tambelang dan Sukawangi.


"Jika mau mengubah peruntukkan lahan tersebut, maka harus merevisi Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2008 tentang Tata Ruang Wilayah Jabotabekpunjur," katanya.


Hal senada diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (DPPK) Kabuapten Bekasi, Bambang Sulaksana. Menurutnya, hal tersebut dilakukan  untuk mencapai target dari pada Peningkatan Produksi Padi Nasional (P3N) sebesar 5% .


“Hal tersebut akan kita lakukan demi suksesnya target P3N sebesar 5%, dan support untuk petani akan kita genjot dengan berbagai fasilitas bantuan benih unggul dan sarana pertanian lainnya hingga petani dapat meningkatkan produksi panen gabahnya,” jelasnya. [her]

Alami Penundaan, Persikasi - PS Jakarta Timur Batal

Persikasi


SMS, Tambun Selatan - Laga lanjutan Divisi 1 Grup IV yang mempertemukan tuan rumah Persikasi Kabupaten Bekasi menjamu PS Jakarta Timur, di Stadion Tambun, Tambun, Kabupaten Bekasi, Ahad (29/1), batal tersaji.


Itu karena, PS Jakarta Timur yang belum menyatakan kesediaannya dalam mengikuti kompetisi di bawah naungan PSSI atau PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS) sebagai operatornya. Padahal, kubu Bendo Item- julukan Persikasi, berambisi mendapatkan hasil sempurna di laga kandang ketiganya.Padahal, pelatih Persikasi, Supriyadi menyatakan sudah mempersiapkan.


formasi andalan bagi pasukannya, yakni bermain menyerang. Hal tersebut mengisyaratkan, Ia tidak mau kehilangan poin dalam setiap pertandingan.


“Semua pemain sudah dapat instruksi jelas dari saya. Serang, serang, serang, itu saja. Terlebih, kami sudah berlatih mengenai finishing touch (penyelesaian akhir),” ungkap Supriyadi.


Supriyadi masih yakin formasi 3-4-3 bakal sangat efektif memberi tekanan pada kubu tim yang bermarkas di stadion Bea Cukai, Rawamangun, Jakarta Timur.


“Semua kesebelasan di Indonesia sama saja pola menyerang dan bertahannya. Saya hanya minta pemain disiplin pada hal-hal yang telah mereka pelajari dan praktekkan dalam latihan,” tambahnya.


PS Jakarta Timur yang seharusnya berstatus tuan rumah, menegaskan belum mau mengikuti kompetisi amatir selama kondisi persepakbolaan Indonesia belum kondusif.


“PSSI tengah digoyang-goyang isu perombakan kepengurusan. Belum lagi, adanya ancaman Kongres Luar Biasa (KLB) dari pihak Komite Penyelamat sepak bola Indonesia (KPSI) yang mengakibatkan kondisi PSSI semakin rumit. Kalau sudah begitu, untuk apa kami berkompetisi kalau hasilnya nihil? Mengurus bola ini susah, pusing memikirkan pendanaan,” kata Ketua Umum Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI, Jakarta Timur, Gatot Haryo Sutedjo, menambahkan.


“Mengurus sepak bola ini tidak gampang. Kami harus banting tulang dan berdarah-darah. Pokoknya, Selama belum ada kepastian perbaikan kondisi PSSI, kami tidak akan mengikuti kompetisi baik itu yang diselenggarakan PT LPIS maupun PT Liga Indonesia (PT LPIS),” tuturnya.


Lebih jauh dikatakannya lagi, PS Jakarta Timur sudah melayangkan surat untuk menunda mengikuti pertandingan Divisi 1 sejak 3 Januari lalu.


“Sehingga, kami takut untuk di-Walk Out (WO) oleh penyelenggara pertandingan. Pasalnya, kami bukan mundur dari kompetisi, melainkan menunda dengan tempo yang tidak ditentukan,” tukasnya.


PS Jakarta Timur hanyalah sebuah tim kurang persiapan dengan materi pemain yang belum lengkap jika dipaksakan bertanding. Sedangkan Persikasi, secara komposisi sudah sempurna dan memetik dua kemenangan di dua laga kandang. [tata/R]

Cecep Noor: Bupati Tunjukkan Kelasnya Sebagai Pemimpin

SMS, Cikarang Pusat - Keberhasilan Bupati Bekasi Sa’duddin meredam aksi demo buruh kemarin (16/1) mendapatkan apresiasi dari partai pendukung, PPP yang saat ini mengusungnya. Tidak adanya aksi demontrasi ini berdampak positif bagi iklim investasi di Kabupaten Bekasi. Jika sampai Bekasi lumpuh imbasnya tidak hanya wilayah setempat, namun sudah menjadi citra nasional. Hal ini dikarenakan banyaknya pabrik di kawasan industri investornya dari luar negeri.


Ketua Bapilu PPP Cecep Noor menegaskan apa yang dilakukan Sa’duddin ini patut mendapatkan dukungan. Ia menjelaskan iklim investadi di Bekasi bisa kembali berkembang jika memang wilayah setempat bebas dari kekisruhan. Dan ini sudah dibuktikan oleh Sa’duddin yang mampu membuat stabilitas di wilayahnya.


“Apa yang dilakukan pak Sa’duddin ini salah satunya menyelematkan citra Indonesia di mata International dengan melihat banyaknya investor dasri Asing di Bekasi ini,” beber Cecep.


Dengan begitu jelasnya pandangan negative bisa diminimalisir. Sebab jika sampai aksi tutup jalan benar-benar terjadi yang lumpuh bukan hanya Bekasi. Namun Jakarta yang merupakan daerah ibu kota akan terkena dampaknya. Imbasnya para investor akan berpikir ke dua kali jika hendak menanamkan modalnya di Indonsia khususnya di Bekasi ini.


“Bekasi itu miniature Indonesia, kalau ga kondusif tentu berdampak pada investor,” ungkap anggota dewan dapil satu tersebut.


Ia juga menjelaskan apa yang dilakukan Bupati ini sekarang berpihak untuk kepentingan masyarakat. Sebagai pendukung pasangan SAJA Cecep Noor mengaku sangat gembira dan patut memberikan penghargaan setinggi-tingginyanya pada Bupati. Menurutnya dengan adanya dialog tersebut membuat masyarakat bisa terakomodir dan investasi aman tertib dan lancar.


“Jelas saya bangga, bupati sudah menunjukkan kelasnya dengan kebijakan ini,” ungkapnya.


Menurutnya tidak mudah bagi pemimpin untuk menjaga dan mengakomodir semua kalangan. Sebab jika sampai salah langkah apa yang terjadi di Bekasi imbasnya langsung ke pusat. Dan itu sudah terbukti lewat aksi blokir jalan yang dilakukan buruh.


“Bekasi penyangga ibu kota kalau goyah sedikit dampaknya sampai nasional,” tukasnya. (dit)