SDN Pantai Bahagia 01 Rutin Gelar Jumsih

4 Siswa SDN Pantai Bahagia


SMS, Muaragembong - Untuk membiasakan hidup sehat, para siswa SDN Pantai Bahagia 01 yang berlokasi di Kampung Biombong Rt 01/01 Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muaragembong melakukan  gerakan Jumat Bersih (Jumsih) yang dimulai dari dalam kelas hingga ke halaman sekolah.


Dikatakan Kepala SDN Pantai Bahagia 01, Muharto Pradianto, pelaksanaan Jumsih ini sudah sekian lama dilakukan pada SDN Pantai Bahagia 01. Kegiatan ini bertujuan agar siswa lebih menyadari pentingnya kebersihan.


“Bersih diri itu perlu, untuk lingkungan juga harus bersih dan rapih, karena kebersihan adalah sebagian dari iman,” ujarnya.


Masih dikatakan Muharto, awalnya memang sangat sulit menerapkan tentang Jumsih pada siswa-siswinya. Akan tetapi dengan cara perlahan-lahan dalam melakukannya, akhirnya siswa mau menyadari apa artinya kebersihan itu.


Dari jumlah 386 orang siswa, ditambah tenaga pengajar 15 orang guru honorer, 8 Guru PNS di setiap hari Jumat selalu bersama-sama melakukan kerja bakti sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai.


Muharto berharap kepada Pemkab Bekasi dan Kepada Dinas terkait, untuk memperkeras halaman sekolah yang saat ini masih tanah.


”Saat musim penghujan tiba seperti sekarang ini, halaman sekolah sangat cepat ditumbuhi rerumputan dan sangat kesulitan apabila mengadakan upacara akibat halamannya berlumpur dan kotor,” pungkasnya. [yom]

Banjir Datang, KBM Harapan Jaya 03 Jalan Terus

[caption id="attachment_739" align="aligncenter" width="448" caption="Meski banjir menggenangi SDN Pantai Harapan Jaya 03, aktifitas kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak terganggu dan berjalan seperti biasa."]Banjir Tidak Jadi Penghalang[/caption]

SMS, Muaragembong - Meluapnya air Kali Ciherang di Kecamatan Muaragembong, mengakibatkan ratusan rumah dan ratusan hektar tambak dan sawah tergenang. Tiga dusun di Desa Pantai Harapan Jaya juga ikut tergenang, diantaranya Dusun Utan Soga, Dusun Penombo, dan Dusun Begedor serta Gedung SDN Pantai Harapan Jaya 03.


Kepala SDN Harapan Jaya 03, Enan Taryana, kepada SMS Bekasi mengatakan, banjir akibat luapan air Kali Ciherang ini sudah menjadi langganan dan hampir setiap tahun kali Ciherang selalu meluap.


Dikatakannya, meluapnya air Kali Ciherang ini sangat merugikan pihak sekolah. Selain gedung sekolah yang tergenang, halaman sekolah juga sangat parah terendamnya dan untuk aktifitas belajar mengajar juga sangat terganggu. Meski begitu, aktifitas kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak terganggu dan berjalan seperti biasa.


“Saya berharap pada Pemkab Bekasi maupun Provinsi, untuk membuatkan pagar pengaman di belakang sekolah dan memperkeras halaman sekolah serta membuatkan tanggul sepanjang Kali Ciherang. Karena semua itu yang menjadi penyebab terendamnya gedung sekolah ini,” bebernya.


Selain itu, sambung Kepala Sekolah yang baru tiga bulan menjabat, berjanji akan menargetkan sekolah tersebut menjadi sekolah unggulan.


Sementara, Guru Kelas 1, Supriyanto, mengaku sangat senang dengan kepala sekolah yang baru. Keberadaannya selain mudah bergaul juga sangat disiplin.


“Terbukti, baru tiga bulan menjadi kepala sekolah disini, sudah banyak prestasi yang diraihnya,”  tuturnya. [yom]

Akibat Banjir dan Rob, PLN Muaragembong Ganti 23 Tiang Listrik yang Amblas

PLN Muaragembong Berbenah


SMS, Muaragembong - Kantor Pelayanan Listrik Negara (PLN) Muaragembong terus berbenah. Banyak perubahan yang dilakukan seperti pelayanan pembayaran rekening, pemasangan penggantian tiang listrik baru, seperti yang terjadi di Kampung Belukbuk, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong.


“Ada 23 tiang listrik yang harus diganti karena tiang yang lama sudah tidak layak pakai dan sudah banyak yang rapuh, akibat sering terkena air rob dan sering meluapnya air kali Citarum yang mengakibatkan tiang-tiang tersebut amblas kedalam dan menjadi rendah,” ujar Komarudin salah satu supervisor PLN Muaragembong saat ditemui SMS Bekasi di lokasi pemasangan tiang listrik.


Dikatakan Komar, penggantian tiang listrik tersebut, berawal dari pengajuan permohonan Kantor Pelayanan Muaragembong ke kantor PLN Babelan. Untuk tiang-tiang yang ada saat ini ukurannya sangat rendah dan harus diganti dengan yang lebih tinggi agar kapal tongkang dan sejenisnya ketika melintas di Sungai Citarum tidak lagi menggangu kabel PLN.


Menurutnya, perubahan-perubahan tersebut dilakukan, lantaran tuntutan dan kebutuhan dalam pelayanan PLN Muaragembong kepada masyarakat. Dalam penggantian tiang listrik mereka menggunakan tenaga langsung dari kantor PLN Babelan yang diperbantukan di kantor pelayanan Muaragembong mulai dari pendistribusian hingga penggantian tiang-tiang tersebut.


“Selain itu, saat ini kantor pelayanan Muaragembong  sudah bisa melayani pembayaran rekening secara online, intinya agar konsumen tidak terlalu jauh untuk menyetorkan tagihannya,” tambahnya.


Bukan tanpa kendala, menurut Komar, PLN Muaragembong juga dihadapkan oleh pemasangan listrik liar yang makin manjamur. Hal ini menjadi perhatian dan permasalahan serius bagi PLN Muaragembong.


“Makanya, kami senantiasa turun langsung, sambil memberikan arahan kepada masyarakat agar masalah ini tidak berkelanjutan,” tambahnya. [yom]

Puskesmas Muaragembong Butuh Perahu Karet

Puskesmas Muaragembong


SMS, Muaragembong - Mengantisipasi datangnya musim hujan dan banjir tahunan yang diperkirakan melanda Kecamatan Muaragembong, Puskesmas paling utara di Kabupaten Bekasi ini was-was. Pasalnya, perahu karet yang biasa digunakan pada saat banjir untuk mendatangi warga kondisiya sudah rusak parah.


“Dengan akan datangnya musim penghujan, Puskesmas Muaragembong sangat butuh perahu karet atau speed boat. Ini sangat penting dan sangat diperlukan karena perahu tersebut untuk mengantisipasi bagi warga apabila ada yang sakit,” ujar Ujang, salah satu pegawai Puskesmas.


Dikatakannya, kondisi medan wilayah Muaragembong yang mayoritas dikelilingi Sungai Citarum, sangat dimungkinkan untuk mencapai rumah warga pada musim banjir adalah dengan menggunakan perahu karet atau dengan speed boat.


“Kita akan sangat kesulitan apabila musim penghujan tiba dan ditambah kalau banjir datang untuk bisa ke lokasi yang berada di daerah paling ujung harus menggunakan perahu untuk bisa mencapainya,” tegasnya.


Hal senada dikatakan salah seorang tokoh masyarakat Kampung Beting, Kasna. Menurutnya sangat prihatin dengan pegawai puskesmas Muaragembong apabila musim penghujan dan banjir tiba. Untuk memberi pelayanan kelokasi-lokasi terpencil seperti Kampung Beting ini selalu menggunakan perahu untuk bisa mencapainya.


Terpisah, Kepala Puskesmas Muaragembong, Mamat Suryamat, berharap bukan hanya perahu karet atau speed boat saja yang dibutuhkan Puskesmas Muaragembong. Ia berharap kedepan ruang inap dimungkinkan sudah ada di Puskesmas Muaragembong, mengingat untuk wilayah Muaragembong yang sangat jauh menuju rumah sakit.


“Kita berharap, di Puskesmas Muaragembong ini ada rawat inapnya maka akan memudahkan para warga yang menderita penyakit dan harus dirawat tidak jauh-jauh ke rumah sakit yang berada di Bekasi,” harapnya. [yom]

Terkendala Banyak Faktor, Infrastruktur Jalan Dilanjutkan Kembali di 2012

Terkendala Banyak Faktor


SMS, Cikarang Pusat - Kepala Dinas Bina Marga dan Pengelolan Sumber Daya Air (BMPSDA) Kabupaten Bekasi, Jamaludin, akhirnya angkat bicara terkait tidak selesainya sejumlah perbaikan jalan di Muaragembong.


Menurutnya, banyak kontraktor yang mengalihkan pekerjaannya dikarenakan jarak yang cukup jauh serta perjanjian kerja yang sangat pendek yang pada akhirnya membuat pekerjaan di sana ditinggalkan.


“Jadi banyak memilih proyek-proyek yang lebih dekat dengan perkotaan,” ujarnya.


Disampaikannya, ada tiga faktor penyebab yang menghambat penyelesaian perbaikan infrastruktur diantaranya cuaca, jarak yang jauh, serta perjanjian kerja yang terbatas. Untuk itu Dinas Bina Marga Dan Pengelolan Sumber Daya Air akan menganggarkan kembali di tahun 2012, untuk Muaragembong.


"Banyak faktor yang menjadi kendala terhambatnya perbaikan infrastruktur di Kecamatan Muara Gembong, terutama di Desa Pantai Mekar dan Desa Jaya Sakti, itu pun akan kita anggarkan kembali di tahun 2012 pembangunan yang sempat terhenti ini," bebernya.


Ditambahkannya, di 2011 pembangunan sudah berjalan sekitar 95%. Sementara yang belum selesai akan dilanjutkan kembali di 2012. Bahkan kata dia, untuk saat ini Muaragembong menjadi prioritas. Untuk yang lain, masih berjalan dan kita beri toleransi sampai akhir tahun.


"Sekitar 95% pembangunan berjalan, yang belum selesai akan kita anggarkan kembali di tahun 2012, kita akan prioritaskan dulu Muaragembong," pungkasnya. [Ks-03]

Isbat Proritas Kepala KUA Muaragembong Yang Baru

[caption id="attachment_542" align="aligncenter" width="448" caption="Isbat Proritas Kepala KUA Muaragembong Yang Baru"]Isbat Proritas Kepala KUA Muaragembong Yang Baru[/caption]

SMS Muaragembong - Sartijab yang menggunakan aula kantor kecamatan muaragembong berjalan dengan hikmat dan lancar pada kesempatan itu dihadiri dari berbagai undangan diantaranya Camat Muaragembong, Ketua MUI, para Guru Tokoh masyarakat dan tokoh Agama.


Untuk sartijab kalai ini khususnya dikalangan Depag yaitu kepala KUA Muaragembong yang lama M. Ali akan menempatkan kantor Urusan Agama wilayah Cabangbungin sedangkan untuk  Kantor Urusan Agama Wilayah wilayah Muaragembong akan diisi dengan kepala KUA yang baru Drs. Komarudin, MM.


Kepala KUA yang lama dalam sambutannya dengan mutasinya kewilayah kecamatan Cabangbungin itu semua kebijakan pimpinan dan yang sudah pasti harus dijalankan, masih dikatakannya dengan mutasi kewilayah cabangbungin bukan berarti saya dan warga Muaragembong ini putus kominikasi dan silaturohmi saya berharap agar semua tidak putus dan selalu berjalan baik tegasnya.


"Drs. Komarudin, S.Ag yang sebelumnya menjabat penghulu di KUA  Cikarang Pusat pada kesempatan sartijab sewaktu dikofirmasi sms mengatakan untuk program pertama ia bekerja akan berupaya memperdayakan para amil yang ada di Desa masing-masing serta akan menyatuhkan kepada staf KUA.


Dan yang tak kala pentingnya dikatakan, mengenai Isbat  untuk warga Muaragembong yang saat ini masih sangat banyak bagi warga Muaragembong yang tidak memiliki surat nikah itu menjadi program saya yang proritas untuk bisa memilikinya ujarnya.


Ditempat yang sama Ketua MUI  "A. Muhajar  mengaku sangat terharu dan bangga pada kepala KUA yang lama dengan ia akan meninggalkan pekerjaan yang lama banyak yang ia tinggalkan dari sarana prasarana saja satupun tidak ada yang dibawanya, jadi menurut saya itu contoh yang sangat baik bagi pejabat yang terkena mutasi  ujarnya. (yom)

Akibat Cuaca Buruk, Ratusan Nelayan Muaragobah Tidak Melaut

[caption id="attachment_532" align="aligncenter" width="448" caption="Ratusan Nelayan Muaragobah"]Ratusan Nelayan Muaragobah[/caption]

SMS, Muaragembong - Akibat cuaca yang tidak memungkinkan beberapa hari ini dan ketinggian gelombang air mencapai 4 meter, ratusan nelayan yang berada di wilayah Muaragobah Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muaragembong tidak dapat melaut.


Karena kondisi tersebut, para nelayan kehilangan mata pencahariannya dan sebagian nelayan mencari barang limbah di pesisir laut, seperti botol aqua dan plastik.


Edi (35), nelayan asal Muaragobah mengaku, untuk mengatasi kebutuhan hidup keluarganya terasa berat dengan kondisi tersebut.


“Demi menghidupkan keluarga, apa saja saya lakukan walau untuk merongsokpun saya kerjakan yang pasti keluarga saya bisa hidup,” tuturnya.


Masih kata dia, dengan cuaca yang masih tidak bersahabat, para nelayan alih fungsi sementara demi menghidupkan keluarganya dengan mencari barang besak (merongsok) di pesisir laut.


Di tempat terpisah, Kepala Desa Pantai Bahagia, A Romli HS, mengimbau agar para nelayan di desanya tidak melaut, karena kondisi cuara yang tidak bersahabat.


“Para nelayan agar bisa menahan diri untuk tidak melaut demi keselamatan kita semua, karena cuaca seperti ini tidak akan lama dan kalau cuaca sudah bersahabat lagi baru melaut lagi,” ujarnya. [yom]

SMPN 1 Muaragembong Adakan Pawai Taruf dan Santuni Anak Yatim

[caption id="attachment_300" align="aligncenter" width="448" caption="SMPN 1 Muaragembong"]SMPN 1 Muaragembong[/caption]

SMS Muaragembong - Menyambut peringatan 10 Muharam 1433 H ratusan siswa dan siswi SMPN 1 Muaragembong mengadakan pawai Taaruf dengan berjalan kaki  sepanjang 500 meter mengelilingi Kantor Kecamatan Muaragembong.


Diringi Qasidah Marawis mereka tampak antusias dan bersemangat memperingati peringatan 10 Muharam atau dikenal dengan lebaran anak yatim. Selain mengadakan pawai taaruf, mereka juga memberikan santuan sejumlah anak yatim dan kaum duafa.


“Setiap tahun kita melakukan kegiatan ini tahun kemarin yang kita santuni baru siswa SMPN saja dan tahun sekarang kita bisa menyantuni yatim dan para jompo yang berada disekitar sekolah ini," kata kepala SMPN 1 Muaragembong Ahmad Yayat R.M.pd.


Yayat berharap setiap tahunnya ada peningkatan pemberian bantuan tersebut. Ia berharap baik para guru dan siswa bisa menyisihkan sebagian hartanya untuk bisa menyantuni anak-anak yatim dan para jompo lebih besar lagi.


Menurutnya kegiatan tersebbut adalah dalam rangka memupuk rasa solidaritas dan sifat sosial anak-anak didiknya. Diharapkan mereka agar bisa membawa rasa peduli sosial yang tinggi kepada lingkungannya ketika berada di tengah-tengah masyarakat.


"Meski tidak besar tapi kita berupaya agar momentum 10 Muharam ini bisa dirasakan dilingkungan sekolah bagi siswa dan siswi yang masih tergolong yatim," imbuhnya.


Ketua OSIS SMPN 1 Muaragembong, Nurlailah mengaku merasa seneng mengikuti kegiatan yang dilaksanakan pihak sekolah tersebut. Menurutnya dengan adanya kegiatan tersebut siswa dituntut untuk lebih perduli lagi dengan kondisi sosial masyarakt disekelilingnya.


" Kita berbagi pada rekan kita yang saat ini masih tergolong yatim dan kurang mampu dan sudah sewajarnya semua itu tanggungjawab kita agar mereka merasa diperhatikan dan diterima dilingkungan sekolah ini,” tegas siswa Kelas 9A ini. [yom]

Yayasan Yabunayah Santuni Yatim Piatu dan Jompo Desa Pantai Bakti

[caption id="attachment_249" align="aligncenter" width="448" caption="Yayasan Yabunayah Santuni Yatim Piatu dan Jompo Desa Pantai Bakti"]Yayasan Yabunayah Santuni Yatim Piatu dan Jompo Desa Pantai Bakti[/caption]

SMS, Muaragembong - Hampir setiap tahun Yayasan Yabunayah selalu memberikan santunan kepada anak-anak yatim di wilayah Desa Pantai Bakti Kecamatan Muaragembong. Seperti halnya yang dilakukan pada tahun ini.


Sekitar 115 orang anak yatim piatu dari 17 RT yang ada di wilayah Desa Pantai Bakti, kali ini juga mendapat santunan. Santunan tersebut berupa uang dan bingkisan.


Acara yang berlangsung di yayasan yang berlokasi di Kampung  Kedung Cinde RT.02/05 tersebut juga dihadiri Camat Muaragembong, Drs. Suhardi dan Ketua MUI Muaragembong A Muhajar, Bimaspol Briptu Yuhendrik,  Kepala KUA Amir,  dan para kepala desa se-Kecamatan Muaragembong.


Ketua Yayasan Yabunayah M. Mait mengatakan, untuk saat ini santunan masih sangat kurang, dan baru bisa menyantuni Rp250 per anak ditambah 82 jompo.


“Tahun depan saya berharap pihak lain juga bisa berpartisipasi untuk terlibat dalam kegiatan santunan seperti ini. Agar kami bisa memberikan santunan yang lebih banyak dan lebih besar lagi bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Mait.


Ditambahkan, pihaknya sengaja mengumpulkan donatur untuk dikelola dan dibagikan kepada yang lebih membutuhkan.


“Saya, H Saman dan H Nahari mengumpulkan secara swadaya ditambah dari donatur luar sengaja menyelenggarakan kegiatan seperti ini setiap tahunnya,” ujarnya.


Seorang yatim Komar (13) mengaku sangat gembira dengan santunan yang diterimanya.


“Meski nominalnya tidak besar tapi sangat membantu sekali bagi orang-orang seperti kami,” ujar yatim yang masih duduk di bangku sekolah menengah tersebut.


Camat Muaragembong Drs. Rahardi, MM, yang tampak hadir dalam kesempatan tersebut mengaku sangat terharu dengan kegiatan itu.


“Pada keadaan sulit ekonomi seperti hari ini, ternyata masih ada warga yang mau memikirkan anak-anak yatim piatu dan jompo,” ujarnya.


Tokoh pemuda Kampung Kedung Bokor, Muhamad Alwi (35)  sangat mendukung dengan kegiatan santunan tersebut, diharapkan pada tahun tahun yang akan datang bisa diselenggarakan lebih besar lagi.


“Semoga tahun depan bisa dilaksanakan lebih besar lagi dan mampu menyantuni yatim dan jompo lebih banyak lagi,” harapnya. [yom]


Tak Dapat Kompensasi, Proyek Rp260 M Ditolak Warga

[caption id="attachment_243" align="aligncenter" width="448" caption="Proyek Rp260 M Ditolak Warga"]Proyek Rp260 M Ditolak Warga[/caption]

SMS, Muaragembong - Lantaran tersebar isu tidak adanya ganti rugi, kegiatan pembuatan tembok pembatas tanah (TPT) senilai Rp260 miliar terancam ditolak warga dari empat desa, yakni Desa Pantai Mekar, Pantai Bakti, Pantai Bahagia dan Desa Pantai Sederhana.


Warga empat desa menolak karena pelaksana kegiatan PT Wika dan  Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) diduga tidak mau memberikan ganti rugi terhadap warga yang rumah dan pekarangannya terancam tergusur alat berat apabila kegiatan tersebut berlangsung. Bahkan ketika dilakukan musyawarah di Desa Pantai Bakti pun tidak terdapat kata mufakat.


"Lahan dan rumah warga maupun tanaman yang ada di sepanjang Kali Citarum yang terpakai tidak akan dapat ganti rugi," kata salah seorang Direksi BBWSC Suhud dalam kesempatan pertemuan dengan warga di Desa Pantai Bakti.


Warga menuntut adanya ganti rugi dari pihak pelaksana. Selain hal itu, warga juga meminta pelaksana memikirkan dampak yang ditimbulkan akibat kebisingan dan asap yang bakal mengganggu kesehatan warga.


Menghadapi tuntutan warga Kepala Desa Pantai Bakti Supriyatna HS pada kesempatan itu lebih banyak diam. Dikatakan Supriyatna dirinya  akan mengutamakan keinginan warga.


"Wajar jika warga saya meminta itu. Masalah diterima atau tidak itu bukan saya yang menentukan. Itu kewenangan pelaksana," kata Supriyatna kepada SMS Bekasi.


Ketua BPD Pantai Bakti Aris Munandar mengaku sangat kecewa dengan pelaksana. Dikatakan dalam kegiatan tersebut pelaksana harusnya mengedepankan aturan yang berlaku.


"Saya sangat kecewa pada pihak pelaksana PT Wika dan BBWSC. Proyek raksaksa ini banyak ketentuan-ketentuan yang dilanggar. Diantaranya Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL) belum ada tapi kegiatan sudah mau dijalankan," bebernya


Dikatakan Aris, pelaksana harus mematuhi aturan sesuai dengan UU No 23 Tahun 1999 tentang pengolahan lingkungan hidup dan PP 27 Tahun 1999 mengenai AMDAL ditambah Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 11 Tahun 2006 tentang jenis usaha, kegiatan yang disertai dengan Amdal.


"Jadi menurut saya sudah jelas.  Pelaksana PT Wika dan BBWSC sudah melanggar ketentuan itu dan saya yakin pelaksana sampai saat ini belum memiliki Amdal," tegasnya.


Seorang perwakilan warga Mait (55) mengatakan, selain harus ada ganti rugi, warga juga meminta ada pemberdayaan yang melibatkan warga sekitar untuk bisa bekerja.


"Jika tuntutan kami tidak dikabulkan, maka kami dengan tegas menolak pelaksanaan kegiatan tersebut. Karena setahu saya pemerintah tidak akan merugikan rakyat kecil seperti saya ini," kata Mait.


Berdasarkan pantauan terakhir di lapangan, Saat ini pihak pelaksana telah menurunkan alat berat dan meletaknya di tanggul kali dengan cara diratakan. [yom]

H. Saman : Cabup Harus Turun ke Masyarakat

H. Saman


SMS, Muaragembong - Tokoh masyarakat Kampung Kedung Bokor Desa Pantai Bakti Kecamatan Muaragembong minta para calon bupati (cabup) agar terjun langsung ke wilayah perkampungan dan pelosok-pelosok, jangan hanya kader-kadernya yang mau turun.


"Cabup harus mau turun ke wilayah paling bawah sekalipun seperti Kampung Kedung Bokor ini, jangan hanya kadernya saja yang selalu mengembar-gemborkan kandidatnya. Warga kan juga pengen kenal langsung dengan calon pemimpinnya," kata Saman kepada SMS Bekasi.


Dikatakan, dirinya siap mendukung salah satu kandidat jika memang kandidat tersebut mau untuk terjun langsung melihat kondisi daerah terpelosok. Lebih lanjut kata Saman, selama ini warga kecewa dengan proses demokrasi baik Pemilukada maupun legislatif pasalnya, mereka (warga,red) hanya mengenal calon dan figur-figur pemimpin melalui baliho dan spanduk saja.


"Saya berharap Pemilukada ini para calon yang akan bertarung nanti bisa mengetahui apa yang benar-benar terjadi di lapangan," ujarnya.


Masih kata Saman, saat ini warga minta dibuatkan jembatan permanen yang bisa menghubungkan antara Desa Pantai Mekar dan Pantai Bakti karena sampai sekarang Desa Pantai Bakti sangat tertinggal dari desa-desa lainnya, baik infrastruktur maupun segi perekonomiannya lantaran tidak didukung akses sarana prasarana yang memadai.


"Jembatan itu sangat berarti bagi masyarakat setempat untuk meningkatkan perekonomian warganya," ungkapnya. [yom]

Akibat Gagal Panen, Warga Jayasakti Serbu Raskin

Akibat Gagal Panen Warga Jayasakti Serbu Raskin

SMS, Muaragembong - AKIBAT Gagal panen yang dialami warga Desa Jayasakti khususnya di Dusun Dua Kampung Kelapa dua. Warga berbondong-bondong datangi tempat penampungan beras miskin (raskin) untuk menebus beras murah tersebut.


Hampir sekitar 300 KK turun selalu menyerbunya. Sejak mulai buka jam 07.00 pagi warga sudah menunggu dilokasi tempat dikediaman RW 04. untuk mendapatkan 5 liter beras dan memang sudah dijatah per kk 5 liter.


Dengan hanya dijatah 5 liter per/ KK, semua warga mendapatkannya . Uniknya warga yang tergolong mampu atau kaya juga ikut ngantri lantaran sawah mereka juga akibat gagal panen.


Kepala Dusun dua kelapa dua Napin, disetiap beras raskin turun sangat kebingungan dan selalu was-was menghadapi warganya yang akan menebus beras raskin tersebut lantaran jumlahnya melebihi dari yang sudah terdaftar.


“Yang nebus bukan hanaya yang mendapat jatah tapi seluruh warga ikut ngantri, itu membuat saya menjadi bingung untuk mengaturnya,” ujarnya.


Dari hasil musyawarah pada R, RW serta para BPD untuk menghindari hal yang tidak diinginkan menyepakati untuk membagi rata kepada semua warga untuk menebus beras raskin tersebut yaitu sekitar 5 liter/KK.


Jenah (60) salah seorang warga tidak mampuh kepada SMS mengeluhkan pada warga yang tergolong mampuh.


“Kenapa sih masih mau menebus beras raskin aja itu kan yang hanya untuk orang-orang yang seperti saya ini,dikatakan jenah "coba kalau saja mereka tidak pada nebus saya dan warga yang lainnya bisa nebus lebihan jadi bisa bertahan lebih lama lagi,” ungkapnya. [ yom ]