452 Poktan Dapat Bantuan dari DPPK

[caption id="attachment_887" align="alignright" width="241" caption="Bambang Sulaksana"]Bambang Sulaksana[/caption]

SMS, Cikarang Pusat - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, melalui Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (DPPK) di tahun 2011 lalu telah memberikan berbagai bantuan terhadap 400 Kelompok Tani (Poktan).


Rencananaya, di tahun 2012 ini, bantuan sejenis akan kembali diberikan dengan jumlah yang lebih besar lagi dari tahun 2011. Bantuan tersebut akan diberikan kepada 452 Poktan yang tersebar di wilayah Kabupaten Bekasi.


Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala DPPK Kabupten Bekasi, Bambang Sulaksana, kepada SMS Bekasi baru baru ini di ruang kerjanya.


"Bantuan tersebut dilakukan oleh kami sebagai bentuk perhatian dari Pemda Kabupaten Bekasi melalui Dinas kita. Tujuannya supaya petani dapat lebih termotivasi lagi untuk meningkatkan produksi panennya," terang pria mantan Kasat Pol PP tersebut.


Bambang berharap, para petani padi khususnya yang dapat bantuan tersebut akan bisa meningkatkan produk gabah hasil panennya. Kalau tercapai dengan baik akan membantu program Kementerian Pertanian Nasional untuk menargetkan peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) sebanyak 5%.


Kata dia, hal tersebut juga akan menciptakan ketahanan pangan secara nasional. Sehingga perekomian bangsa menjadi kuat dan tidak akan terpengaruh banyak dalam menghadapi masalah krisis ekonomi global.


"Bantuan untuk 452 kelompok tani (Poktan) terbagi tiga bagian. 440 Poktan akan mendapatkan bantuan berupa Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) meliputi 11,000 hektar yang dibiayai oleh sumber Dana APBN Pusat," katanya.


Selain itu, lanjut dia, bantuan lainnya meliputi dalam program serupa juga diberikan 10 Poktan dan SL-PHT sebanyak dua Poktan  yang didanai dari Bantuan Provinsi (Banprof) Jawa Barat.


"Selain bantuan SL-PTT dan SL-PHT, akan ada bantuan lainya seperti bantuan berupa alat mesin Pertanian (Alsintan). Alat tersebut dapat digunakan untuk pra panen maupun pasca panen yaitu berupa Traktor, Appo, Paket Alsintan, Pompa Air, Hand Sprayer, Rice Milling Unit (RMU) maupun Dryer kepada 25 kelompok tani penerima," bebernya.


Ditambahkannya, dana-dana untuk bantuan tersebut akan diberikan secara langsung dari pusat ataupun dari provinsi ke nomor rekening kelompok tani tersebut yang telah ditentukan oleh  kelompok tani masing masing. [her]

Akhir 2012, Jalan Kalimalang Bekasi-Karawang Rampung

[caption id="attachment_882" align="alignright" width="200" caption="Budiyanto"]Budiyanto[/caption]

SMS, Cikarang Pusat - WARGA yang biasa melewati Jalan Inspeksi Kalimalang arah Tegal Danas Kecamatan Cikarang Pusat yang menghubungkan Kabupaten Bekasi dan Karawang patut bergembira. Pasalnya, di tahun 2012 jalan tersebut rampung dibangun.


“Tahun ini di APBD murni kita sudah menganggarkan untuk jalan tersebut sebesar Rp2,6 miliar atau panjang jalan yang  bisa dibangun sepanjang 800 Meter,” ujar Budiyanto yang juga anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bekasi dari Dapil I tersebut.


Meski begitu, menurutnya anggaran tersebut belum bisa merampungkan lantaran masih ada sekitar 1 KM yang belum dibangun dan rencananya akan diselesaukan melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT).


“Kekurangannya akan kita anggarakan di ABT, sehingga pada akhir tahun 2012 jalan tersebut bisa closing,” ujar pria lulusan IPB tersebut.


Selain itu, disampaikannya, jalan tersebut juga saat ini sedang dalam proses pengajuan perubahan status dari jalan kabupaten menjadi jalan provinsi.


“Jalan tersebut membentang dari Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi hingga ke Karawang sudah selayaknya menjadi jalan provinsi sehingga beban anggaran diserahkan kepada provinsi,” tambahnya.


Selain itu, ia meminta maaf kepada warga yang biasa menggunakan jalan tersebut lantaran sampai saat ini belum bisa diselesaikan dengan jumlah anggaran yang besar atau signifikan. Hal tersebut lantaran anggaran harus dibagi-bagi untuk wilayah lain di Kabupaten Bekasi.


“Saya meminta pengertian kepada warga lantaran tidak semua usulan bisa dilaksanakan terutama untuk menyelesaikan Jalan Kalimalang, karena pembangunan itu harus ada pemerataan di Kabupaten Bekasi,” pungkasnya. [tata]

Sa'duddin Direstuai Attaqwa

SMS, Babelan - Sad'duddin yang mencalonkan kembali di pemilukada kali ini mengaku mendapatkan restu dari pimpinan pondok pesantren Attaqwa. Sebagai abituren ia pun optimis mendapatkan dukungan dari masyarakat attaqwa dan warga Babelan. Apalagi ia merupakan satu-satunya kandidat yang pernah mengeyam pendidikan di Attaqwa.


"Tidak hanya restu doa juga sudah saya kantongi dari pak kiai," jelasnya optimis.


Ia optimis sebagai satu-satunya calon yang pernah nyantri di Attaqwa bisa mendapatkan dukungan penuh. Namun ia tidak mau berbesar kepala kalau dukungan dari Attaqwa sepenuhnya untuk dirinya. Sebab setiap orang memiliki pilihan tersendiri.


"Kalau dilihat dari sejarah yang pernah sekolah di sini ya cuma saya. Tapi sekali lagi dukungan sepenuhnya ada di mereka," ucapnya.


Ia pun berharap jalinan tali silaturrahmi sesama alumni dan abituren attaqwa bisa memberikan skala prioritas. Angannya jangan sampai alumni attaqwa dan yang masih aktif memberikan dukungan ke lain hati. Sebab salah satu calon yang maju merupakan anggota abituren Attaqwa.


"Inikan basis alumni attaqwa, tentunya anggotanya dong yang diutamakan," imbuhnya.


Sa'duddin pun yakin warga Babelan mau mendukungnya. Selain faktor kedekatan Attaqwa ia juga berasal dari daerah sekitar Attaqwa. Hubungan historis jelas Sa'duddin masih cukup kuat.


"Sayakan orang deket Attaqwa, ada sejarah sendiri tentunya," tuturnya.


Sementara pimpinan umum yayasan Attaqwa Amin Noer mengakui kalau ia memberikan restu dan doa pada Sa'duddin. Ia menjelaskan dukungan diberikan kepada semua kandidat, namun dititik beratkan ke Sa'duddin. Apalagi jelasnya Sa'duddin merupakan salah satu siswa Attaqwa.


"Ya sudah ada doa restu ke Sa'duddin. Ia kan dulunya siswa di sini. Semoga aja dia bisa membawa Bekasi yang lebih baik lagi," ucap ketua MUI Kabupaten Bekasi ini. (dit)

Kabupaten Bekasi Juara Tiga Menanam Pohon Se Jabar

SMS, Cikarang Pusat - Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (DPPK) berhasil meraih juara tiga menanam pohon terbanyak tingkat Jawa Barat. Keberhasilan meraih juara tiga ini menjadi prestasi tersendiri mengingat wilayah Kabupaten Bekasi yang terkenal sebagai kawasan industri. Bekasi sendiri berhasil mengalahkan Kabupaten Ciamis yang merupakan wilayah pertanian dan memiliki hutan.


Kepala DPPK Bambang Sulaksana mengaku bangga dengan penghargaan tersebut. Sebab wilayah industri namun mampu mengalahkan wilayah yang notabene memiliki hutan soal menanam pohon. Ia pun menegaskan kalau keberhasilan mendapatkan juara tiga ini merupakan keberhasilan warga dan pemerintah Kabupaten Bekasi.


"Bangga banget Kabupaten Bekasi berhasil menyisihkan beberapa daerah di Jawa Barat ini," jelas Bambang.


Bambang sendiri menegaskan DPPK sudah menanam 7.400 ribu pohon dalam kurun waktu 2010-2011. Pohon yang ditanam ini merupakan hasil swadaya dari masyarakat setempat. Ia sengaja mengajak masyarakat untuk gemar menanam pohon. Sebab polusi udara di Bekasi akan bertambah tinggi jika tidak diimbangi dengan menanam pohon.


"Inikan juga untuk menghasilkan oksigen. Polusi di sini sudah cukup tinggi, mulai dari polusi yang disebabkan kendaraan sampai industri bercampur menjadi satu," imbuhnya.


Ia pun mengakui kalau keberhasilan meraih juara tiga ini tidak lepas dari tujuh kawasan industri yang ada. Menurutnya peran serta kawasan menanam pohon menjadikan Kabupaten Bekasi rimbun. Apalagi satu kawasan dijatah seribu pohon. Dan itu semua dilakukan oleh kawasan untuk sama-sama menjaga polusi udara.


"Menurut hemat saya polusi sudah lewat di ambang batas. Baik pabrik ataupun kendaraan. Makanya kami menggandeng kawasan yang ada," ungkapnya.


Menurutnya teror yang ditakuti bukan hanya teror bom. Akan tetapi polusi udara. Kami pun mengetuk supaya kawasan bisa ikut berpartisipasi supaya bisa ikut menanam pohon. Dan ini diakui oleh Jabar. Kalau daerah industri bisa menanam pohon dan mencapai tingkat yang cukup banyak.


"Jawa Barat sendiri mengakui makanya kami dapet juara tiga," tukasnnya.


Juara satu menanam pohon terbanyak diraih Kabupaten Bandung Barat. Disusul Kabupaten Garut. Duduk ditingkat ketiga Kabupaten Bekasi. Penghargaan ini ditetapkan di SK 002/kep.1499-bkd/2011. (dit)

Koni Targetkan 10 Cabor Baru di 2012

SMS, Cikarang Pusat - Koni Kabupaten Bekasi targetkan penambahan sekitar 10 cabang olahraga baru di tahun 2012 ini. Saat ini penambahan cabor yang sudah terealisasi baru dua yaitu cabor balap sepeda dan selam. Sementara target keseluruhan penambahan cabor sekitar 13 cabor untuk menambah kekurangan saat perhelatan porda tahun 2014 mendatang.


Sektretasi Koni Budi Muhammad Mustafa menjelaskan penambahan cabor ini menjadi kewajiban bagi tuan rumah. Sebab saat ini di Kabupaten Bekasi baru ada sekitar 27 cabor. Ini artinya Koni harus segera membentuk penambahan cabor baru untuk menghadapi porda.


”Kalau cuman 27 cabor yang berlaga lucu jadinya. Makanya ditambah lagi supaya lengkap,” beber Budi.


Walau wacana penambahan cabor baru ini sudah digulirkan pasca porda 2010 di Bandung kemarin kenyataannya sampai saat ini baru dua yang terwujud. Budi menjelaskan keterlambatan pembentukan cabor ini karena kesibukan calon pengurus cabang olahraga tertentu. Jadinya cabor yang dulunya sudah direncanakan menjadi tersendat.


”Kalau kendala teknis ga ada, cuman pada sibuk aja, jadinya agak telat,” tambah lelaki berkacamata tersebut.


Budi pun menegaskan supaya calon cabor yang lainnya segera menyusul membentuk kepengurusan. Salah satu cabor yang diprediksi sudah siap membentuk kepengurusan salah satunya cabor sepatu roda. Ia berharap kalau cabor sepatu roda ini bisa secepatnya ada akan menjadi motivasi bagi calon cabor yang lainnya.


”Mudah-mudahan sepatu roda bisa secepatnya menyusul. Kalau sudah ada tiga cabor baru kemungkinan bisa memberikan motivasi bagi yang lainnya,” tambah lelaki asli Sukabumi tersebut.


Budi juga mengharapkan target 10 cabor di tahun 2012 ini bisa terwujud. Menurutnya tahun ini menjadi kesempatan untuk pembentukan cabor sekaligus pembinaan atlet-atletnya. Jika sampai pembentukan tersendat otomatis pembinaan bagi atlet tidak akan maksimal. Sebab perhelatan porda sendiri sudah semakin dekat.


”Harus bisa terwujud semua ke 10 cabor yang ditargetkan, kalau ga ya susah nantinya melakukan pembinaan,” ungkap asisten pribadi bupati tersebut. (dit)

Disperindagkop Jamin Pasokan Sembako Aman

[caption id="attachment_500" align="aligncenter" width="448" caption="Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kabupaten Bekasi, menjamin untuk kebutuhan sembako selama Perayaan Natal dan Tahun Baru aman."]Disperindagkop Jamin Pasokan Sembako Aman[/caption]

SMS, Cikarang Pusat - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM, menjamin kebutuhan sembako selama menyambut Perayaan Natal dan Tahun Baru aman. Menurut Kabid Perdagangan, Wiwik Kadarwati, hal tersebut disebabkan lantaran kebutuhan pada saat Natal dan Tahun Baru tidak sebanyak Hari Raya Idul Fitri. Demikian dikatakan Wiwik saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/12).


“Masyarakat Kabupaten Bekasi kan penduduknya mayoritas muslim, sehingga untuk kebutuhan pokok pada perayaan Natal dan Tahun Baru tidak sebanyak Hari Raya Idul Fitri, sehingga stok yang ada mencukupi,” ujarnya.


Menurut Wiwik, dengan stok yang mencukupi  otomatis tidak akan ada kenaikkan harga. Kalaupun ada menurutnya tidak signifikan dan tidak akan melonjak tinggi.


 “Dari pantauan kami, di 12 pasar tradisional di Kabupaten Bekasi, harga sembako cenderung stabil. Hanya beberapa komoditi saja yang mengalami kenaikan, seperti Beras IR Kualitas Satu dari harga Rp8.000 menjadi Rp8.300. Untuk Beras IR Kualitas Dua dari harga Rp7.300 menjadi Rp7.500 dan Beras IR Kualitas Tiga dari Rp7.000 menjadi Rp7.200. Sementara untuk Daging Ayam dari harga Rp23.000 menjadi Rp24.000 dan Telur Ayam dari harga Rp16.000 menjadi Rp17.500,” bebernya.


Sedangkan untuk sayuran, menurut Wiwik ada kenaikkan di beberapa komoditi, selainnya cenderung stabil. Seperti Cabe Merah Kriting dari harga Rp32.000 menjadi Rp38.000, Cabe Merah TW dari harga Rp32.000 menjadi Rp38.000, Tomat dari harga Rp6.000 menjadi Rp12.000. Sedangkan Kacang Tanah Kupas dari harga Rp16.000 menjadi Rp22.000, dan untuk Cabe Rawit harganya turun dari Rp30.000 menjadi Rp18.000.


“Kenaikkan beberapa komoditi ini, disebabkan karena sekarang sudah memasuki musim penghujan dan hasil panennya menurun, sehingga pasokan agak menurun,” jelasnya.


Walaupun ada kenaikan, masih kata dia, pihaknya menjamin untuk kebutuhan barang pokok dan sayuran tidak akan langka pada perayaan Natal dan Tahun Baru.


“Pokoknya untuk kebutuhan perayaan Natal dan Tahun Baru tidak ada kebutuhan pokok yang langka, karena stok yang ada mencukupi,” tukasnya.


Sementara pedagang sayuran di Pasar Cikarang, Ami, mengatakan untuk harga Cabe Merah ada kenaikkan yang cukup tinggi, sedangkan untuk Cabe Rawit mengalami penurunan.


“Untuk Cabe Merah beberapa hari ini harganya naik kisaran 20 persen, dari Rp32.000 menjadi Rp38.000, sedangkan untuk Cabe Rawit malah turun 40 persen dari Rp30.000 menjadi Rp18.000. Sedangkan untuk sayuran harganya turun karena stok sayuran pada bulan ini cukup banyak,” pungkasnya. [mar]

PT. Printek Terancam Sanksi dari BPLH

[caption id="attachment_496" align="aligncenter" width="448" caption="PT. Printek Terancam Sanksi dari BPLH"]PT. Printek Perkasa II[/caption]

SMS, Cikarang Utara - Lantaran menjual limbah B3 dan Non B3, kepada pengusaha perorangan yang tidak memiliki legalitas dan izin pengelolaan limbah, PT. Printek Perkasa II yang juga vendor PT. Matel Indonesia yang beralamat di Jalan Kawasan Jababeka II Blok SS Kavling 4-5 Cikarang Utara terancam sanksi dari Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD).


Menurut Ketua BPLHD Kabupaten Bekasi, Roni Haryanto, jika memang benar apa yang telah dilakukan PT. Printek, ia meminta data secara detail dan dilaporkan kepadanya maka ia akan menindaknya.


“Itu gak boleh mengelola limbah tanpa izin, bawa kesini datanya maka kita akan memberikan sanksinya,” ujarnya.


Dari informasi yang dihimpun di lapangan, diketahui perusahaan tersebut telah menjual kepada pengusaha limbah yang berinsial Uj, hampir selama tiga belas tahun. Ironisnya, selama itu pula tidak memiliki izin dari BPLH. Bahkan, pada Kamis pekan lalu dua orang petugas dari BPLH telah melakukan sidak. Mereka mendatangi perusahaan tersebut namun sampai kini tidak ada tindak lanjutnya.


“Kita akan lihat dulu, belum ada laporan ke saya. Kalau memang sudah sidak tulis namanya kapan mereka datang kesana, nanti akan saya cek,” tambah pria yang juga mantan Kastpol PP dan Kadishub ini.


Sementara itu, Kepala HRD PT. Printek Perkasa II, Zuhri Lubis, saat disambangi sejumlah wartawan di perusahaannya, mengaku ia tidak bersedia memberikan komentar. Ia justru malah meminta kuli tinta untuk mengkonfirmasi kepada PT. Jababeka selaku pengusaha kawasan.


“Harus konfirmasi dulu ke pengusaha Jababeka mas, pak Lubis tidak bersedia memberikan komentar,” ujar Eno Sidi Amat, salah seorang satpam yang sedang bertugas. [tata]

Warga Desa Jayabakti Minta Kegiatan Pertamina Dihentikan

Warga Desa Jayabakti Minta Kegiatan Pertamina Dihentikan


SMS, Cabangbungin - Sekira 300 warga dari tiga kampung di Desa Jayabakti Kecamatan Cabangbungin, berunjukrasa meminta kegiatan atau akatifitas Pertamina di Kampung Utan Keramat RT 012/005 Desa Jayabakti Kecamatan Cabangbungin ditutup.


Hal tersebut dilakukan lantaran janji pihak pertamina kepada warga dari tiga kampung yang berada dekat Lokasi pengeboran, yakni warga Kampung Utan Keramat, Kampung Kukun dan Kampung Gebang Tinggi tidak ditepati.


“Mengenai jalan sepanjang empat ratus meter mau dicoor oleh pihak pertamina sampai saat ini tidak ada realisasinya. Juga dampak lingkungannya mengenai kebisingan, kesehatan akibat polusi dari proyek tersebut akan ada konpensasinya sampai saat ini tidak ada realisasinya,” ujar Karno, salah satu koordintor aksi.


“Seharusnya para satpam itu mau menjembatani aspirasi warga untuk disampaikan kepada pihak pertamina dan bukan menghalang-halangi, apalagi mengusir wartawan,” ucapnya dengan raut muka kesal


Karno mengaku sangat kecewa pada pihak pertamina yang sudah tidak menepati janjinya kepada warga Kampung Utan Keramat yang berjanji akan memperbaiki jalan, memperbaiki sarana ibadah yang hingga kini tidak ada jawaban yang pasti dan jelas.


Kedatangan warga yang mendapat tanggapan yang kurang baik dan tidak jelas dari pihak pertamina nyaris berbuntut bentrok. Terlebih sikap Satpam yang menghalang-halangi warga sehingga adu mulutpun tidak terelakan.


Ironisnya lagi, salah seorang Satpam Pertamina melarang salah seorang media elektronik untuk meliput aksi damai warga bahkan mendorong untuk keluar dari areal lokasi PDEM 4.


Secara terpisah, Kepala Desa Jaya Bakti, Emin, mengatakan terkait aksi warga tersebut dirinya mengaku tidak tahu. Namun ia berjanji, akan membantu menyelesaikan permasalahan warga tersebut.


“Saya ada di Pemda. Jadi tidak mengetahui aksi warga, saya selaku Kepala Desa akan membantu menyelesaikan pada pihak pertamina karena semua itu warga saya,” tegasnya. [yom]

Dishub Adakan Rakor Sosialisasi UEK

Dishub Adakan Rakor Sosialisasi UEK


SMS, Cikarang Utara - DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi, lakukan Rapat Koordinasi Sosialisasi uji emisi pada kendaran mobil pribadi atau umum yang berada di wilayah Kabupaten Bekasi. Rapat yang diadakan bersama Badan Pengendalian lingkungan Hidup (BPLH) dan Perwakilan dari Satlantas Polresta Bekasi serta perwakilan dari  Asosiasi Pengusaha Otomotif Mobil (Aspindo) Jawa Barat tersebut digelar di Aula Kantor Dishub, Selasa (20/12).


“Kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan BPLH dan Satlantas serta perwakilan dari ASPINDO membahas tentang akan disosialisasikan uji emisi pada kendaraan mobil pribadi atau preman pada masyarakat,” terang Kepala Dishub Kabupaten Bekasi, Ali Syahbana.


Ia mengatakan, uji emisi tersebut akan terlebih dahulu disosialisasikan terhadap kendaraan milik pejabat dan dinas Pemda Kabupaten Bekasi. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya memberikan contoh terhadap masyarakat luas. Untuk selanjutnya uji emisi tersebut dilakukan pada kendaraan yang ada di masyarakat.


“ Sebagai uji emisi pertama kita lakukan pada kendaraan mobil pribadi dan dinas di lingkungan Dishub sendiri, kendaraan patroli Polresta Bekasi, BPLH dan Aspindo Jawa Barat.  Ini sebagai upaya memberikan contoh sekaligus sosialisasi kepada masyarakat,“ jelasnya.


Ia berharap, rencana ini bisa berjalan dengan baik dengan kerja sama semua pihak karena dengan antisipasi uji emisi terlebih dahulu pada asap kendaraan pribadi. Minimal bisa meminimalisir polusi udara yang berlebihan yang mengakibatkan terganggunya kesehatan para penguna kendaraan tersebut. [her]

Januari, Penetapan Pengadilan Diberlakukan

[caption id="attachment_471" align="aligncenter" width="448" caption="Lantaran masa dispensasi segera berakhir, pembuatan Akte Kelahiran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi, membludak. Sejumlah orang tampak mengantri mengajukan pembuatan Akte Kelahiran."]Januari, Penetapan Pengadilan Diberlakukan[/caption]

SMS, Cikarang Pusat - Menjelang akhir dispensasi, pembuatan Akte Kelahiran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi membludak. Dari 50 pemohon menjadi 250-300 pemohon setiap hari. Hal tersebut disebabkan mulai 1 Januari 2012 mendatang, pembuatan Akte Kelahiran melalui penetapan pengadilan diberlakukan. Demikian dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Pencatatan Sipil Disdukcapil Kabupaten Bekasi, Yan Karyana Andali, kepada SMS Bekasi, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/12).


“Menjelang akhir dispensasi, pemohon yang datang naik lima kali lipat. Biasanya, pemohon yang datang setiap harinya mencapai 50 orang saja. Tapi menjelang akhir dispensasi menjadi  250-300 pemohon setiap hari,” ujarnya.


Menurut Yan Karyana, diberlakukannya penetapan pengadilan sebagai persyaratan pembuatan Akte Kelahiran, hanya untuk anak diatas satu tahun keatas. Sedangkan untuk anak yang berumur dibawah satu tahun persyaratan pembuatan Akte Kelahiran masih tetap seperti biasa.


“Kalau untuk anak usia dibawah satu tahun, persyaratan seperti biasa, yaitu fotocopi surat nikah yang sudah dilegalisir, fotocopi kartu keluarga (KK), KTP suami istri dan surat keterangan kelahiran dari desa atau bidan. Sedangkan untuk anak diatas satu tahun, setelah diberlakukannya penetapan pengadilan ditambah satu lagi persyaratannya, yaitu surat dari pengadilan agama,” paparnya.


Ditambahkannya, untuk pemohon yang tidak memiliki surat nikah, saat ini masih bisa dibuatkan. Bagi yang menikah dibawah tahun 1972, persyaratannya dengan membuat surat pernyataan perkawinan. Sedangkan untuk yang menikah diatas tahun 1972 bisa dibuatkan Akte Kelahiran, tapi hanya anak seorang ibu.


“Bagi anak yang berumur lebih dari satu tahun, saat ini masih bisa dibuatkan, tapi setelah diberlakukannya penetapan pengadilan, sudah tidak bisa lagi dibuatkan. Karena harus ada penetapan dari pengadilan agama. Sedangkan untuk anak yang berumur dibawah satu tahun masih bisa dibuatkan walaupun tidak memiliki surat nikah,” bebernya.


Ia mengimbau, agar masyarakat yang mempunyai anak berumur diatas satu tahun, segera mendaftar untuk membuat Akte Kelahiran. Karena setelah diberlakukannya penetapan pengadilan akan kesulitan untuk pembuatannya.


“Dengan waktu yang tersisa hanya beberapa hari saja, kami mengimbau agar masyarakat dapat memanfaatkan waktu yang tersisa untuk membuat Akte Kelahiran untuk anak-anaknya, sebelum diberlakukannya penetapan pengadilan,” ungkapnya.


Agar dapat melayani masyarakat, masih menurut dia, menjelang akhir dispensasi pihaknya sengaja melakukan kerja lembur hingga jam 22:00 WIB malam, untuk menyelesaikan permohonan Akte Kelahiran yang  sudah masuk.


“Untuk dapat menyelesaikan permohonan Akte Kelahiran yang sudah masuk, dalam dua minggu ini, kami sengaja lembur. Target kami Januari 2012 sudah selesai semua,” tukasnya. [mar]

Jelang Akhir Tahun Dewan Sahkan Dua Perda

SMS, Cikarang Pusat - Menjelang akhir tahun 2011, DPRD Kabupaten Bekasi yang tergabung dalam Pansus XX, kembali mensahkan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi Perda. Yaitu Perda penataan dan pembinaan pasar trdisional, pusat perbelanjaan dan toko modern serta Perda penyelenggaraan pelayanan publik .


Menurut Ketua Pansus XX, Nana Supriatna, dua Perda tersebut nantinya akan jadi acuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, untuk menata pembangunan pasar tradisional, toko  modern dan warung kecil. Sedangkan untuk Perda penyelenggaraan pelayanan publik, nantinya akan diterapkan kepada seluruh penyelenggara pelayanan publik seperti SKPD, Kecamatan, Desa atau Kelurahan dan BUMD .


“Untuk penataan pasar tradisional dan toko modern, nantinya diberikan pengaturan, baik soal tempatnya, jaraknya dan aturan-aturan lainnya sesuai dengan raperda yang telah disahkan. Maksud dari pengaturan ini, Jangan sampai keberadaan toko modern mematikan warung-warung kecil, karena lokasinya yang ada di perkampungan,” ujarnya usai rapat paripurna, Jumat (23/12).


Untuk pelayanan publik, menurut Nana, Perda tersebut dimaksudkan untuk memberikan kepastian hukum dalam hubungan antara masyarakat dan penyelenggara pelayanan publik. Sehingga terwujudnya sistem pengelolaan pelayanan publik yang baik sesuai dengan sistem tata kelola pemerintahan.


“Dengan disahkannya Perda tentang pelayanan publik, nantinya akan terpenuhi hak-hak masyarakat dalam memperoleh pelayanan publik secara optimal,” tegasnya.


Sementara, Bupati Bekasi Sa’duddin, mengatakan, Perda penataan pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern, serta Perda penyelenggaraan pelayanan publik, merupakan inisiatif DPRD yang pembahasannya sudah sesuai mekanisme.


“Kami sangat berterimakasih kepada Pansus XX DPRD Kabupaten Bekasi, yang telah menyelesaikan pembahasan raperdanya dan kedua Perda tersebut akan ditindaklanjuti oleh Pemkab Bekasi,” ungkapnya.


Khusus untuk Perda penyelenggaraan pelayanan publik, menurut Sa’duddin, diharapkan Perda tersebut dapat membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik pemerintah, sesuai dengan tata kelola yang baik.


“Diharapkan, dengan Perda ini, SKPD dapat memberikan pelayanan publik yang lebih baik kepada masyarakat,” tuturnya.


Sedangkan untuk Perda penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern, menurut Sa’duddin, raperda tersebut akan menjadi landasan hukum iklim investasi mengenai pekembangan pendapatan ekonomi.


“Perda ini dibentuk, mengingat pesatnya perkembangan pasar modern, pasar tradisional dan pusat perbelanjaan di Kabupaten Bekasi. Sehingga dengan adanya Perda ini diharapkan ada peningkatan daya beli untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. [mar]

DMG Latih Kewirausahaan 400 Siswa Yapin 02

[caption id="attachment_424" align="aligncenter" width="448" caption="Sekitar 400 siswa dari kelas 2 dan 3 SMK Yayasan Pendidikan Islam Nurhidayah (Yapin) 02 Cikarang Barat, mengikuti pelatihan mental dan life skill bagi siswa seputar kewirausahaan di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Desa Telajung, Kecamatan Cikarang, Kamis (22/12)."]SMK Yayasan Pendidikan Islam Nurhidayah (Yapin) 02 Cikarang Barat[/caption]

SMS, Cikarang Barat - Sekitar 400 siswa dari  kelas 2 dan 3 SMK Yayasan  Pendidikan Islam Nurhidayah (Yapin) 02 Cikarang Barat, mengikuti pelatihan mental dan life skill bagi siswa seputar kewirausahaan di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Desa Telajung, Kecamatan Cikarang, Kamis (22/12).


Kegiatan yang digagas PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Dana Multi Guna (DMG) bekerjasama dengan Care For The Nation tersebut sengaja membidik siswa SMU atau sederajat agar bisa menjadi pengusaha muda.


“Tujuan pelatihan ini adalah mempersiapkan anak-anak agar menjadi pribadi mandiri, bermental juara yang siap menghadapi tantangan ke depan dan menjadi agen perubahan di lingkungannya,” ujar Direktur DMG, Riwandari Juniasti, di sela-sela kegiatan pelatihan tersebut.


Dikatakannya, dengan pelatihan tersebut diharapkan siswa mempunyai pola fikir yang berbeda. Mereka tidak lagi hanya berfikir menjadi karyawan tetapi berkeinginan menjadi seorang yang berwirausaha.


“Dengan mereka memiliki usaha, artinya membuka lowongan pekerjaan untuk masyarakat di sekitar mereka. Kita menjembatani hal tersebut dengan Care For The Nation dengan sekolahan yang ada di Kabupaten Bekasi,” tambahnya.


Selain itu, disampaikan wanita berambut sebahu ini, dari sekitar 400 siswa tersebut akan diseleksi menjadi 60 untuk kemudian diseleksi lagi menjadi 30 orang yang akan digembleng menjadi seorang wirausaha muda.


“Kita bukan hanya memberikan pelatihan dan bimbingan saja, melainkan memberikan bantuan yang diperlukan oleh siswa tersebut misalnya modal usaha. Dengan diberikan modal antara Rp 250-500 ribu, kita ingin melihat kreatifitas mereka mengelola uang tersebut. Di daerah lain banyak siswa dengan hanya modal Rp200 ribu sekarang bisa beromset Rp 4-6 Juta perbulan,” paparnya.


Ia juga menjelaskan, bila diantara 30 orang tersebut berhasil menjadi pengusaha akan mendapat kerjasama dengan BPR yang dikelolanya sehingga usahanya betul-betul terlatih sejak dini.


Sementara itu, Kepala SMK Yapin 02, Suminta, sangat terkesan dengan program tersebut. Ia berharap anak didiknya kelak tidak lagi bergantung untuk menjadi buruh batau karyawan di pabrik melainkan mempunyai jiwa entrepreneurship.


“Kegiatan ini sangat positif, kita meninginkan lulsan SMK kita ini menjadi problem solving bagi masyarakat di Kabupaten Bekasi, apalagi sampai bisa mempekerjakan orang-orang di sekelilingnya memang itu yang kita harapkan,” ujar pria yang juga Pengurus Karang Taruna Kecamatan Setu ini.


Program Champion Teens CARE for The Nation adalah program yang sudah dipersiapkan untuk membina 100 ribu siswa di 12 kota di seluruh Indonesia atau sekitar 25 angkatan akan selesai mengikuti kegiatan tersebut pada  tahun ini yang dikiuti oleh siswa  SMA, SMK, dan setara. [tata]

Pemkab Bekasi akan Bangun Politeknik Negeri

Muhtadi MuntahaSMS, Cikarang Pusat - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, berencana melaksanakan program Community College dengan mendirikan Politeknik Negeri pada 2012 mendatang, bekerjasama dengan Politeknik Negeri Bandung.


"Program Community Collage ini ditawarkan oleh Politeknik Bandung. Kita sudah dengar paparan konsepnya, dan menyambut baik program tersebut," ujar Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Bekasi, Muhtadi Muntaha, usai rapat dengan pihak Politeknik Bandung dan Dinas Pendidikan setempat di ruang rapat Komisi D, Rabu (21/12).


Muhtadi mengatakan, program tersebut diarahkan untuk mengurangi tingkat pengangguran dan peningkatan ekonomi di wilayah setempat. Politeknik tersebut nantinya akan ditekankan pada upaya peningkatan keterampilan dan kompetensi di bidang industri.


"Nanti akan kita petakan dulu kebutuhan SDM industri di Kabupaten Bekasi itu seperti apa, sehingga kurikulumnya akan disesuaikan," tukasnya.


Dikatakan Muhtadi, program Community College dengan pendirian Politeknik Negeri yang mengambil bidang studi industri merupakan sebuah solusi bagi pemenuhan kebutuhan pangsa pasar tenaga kerja di wilayah setempat. Apalagi, kata dia, di Kabupaten Bekasi terdapat ribuan perusahaan baik skala nasional maupun multinasional.


"Konsepnya adalah menyiapkan sumber daya manusia yang handal agar setelah lulus bisa langsung disalurkan ke dunia industri yang ada di Kabupaten Bekasi," ujarnya.


Ditambahkan Muhtadi, minimnya kualitas SDM lokal yang mampu bersaing di dunia industri selama ini memang menjadi persoalan. Terlebih dengan banyaknya SDM dari luar daerah yang membuat kompetisi semakin sulit.


"Dengan adanya Politeknik ini, paling tidak lulusan SMA/SMK di Kabupaten Bekasi tidak kebingungan mencari pekerjaan. Kita tidak mau menjadi penonton di daerah sendiri," ujarnya.


Selain bidang industri, tambahnya, Politeknik tersebut nantinya juga akan dikembangkan ke sektor pertanian dan migas. Sebab, kedua sektor tersebut memiliki potensi yang sangat tinggi di wilayah setempat.


"Komisi D mengimbau kepada Pemkab Bekasi agar segera memfasilitasi proses perizinan dan pembangunan Politeknik tersebut. Ini adalah kesempatan yang tidak bisa ditolak karena merupakan kebutuhan," demikian Muhtadi.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Rusdi M. Biomed, membuka program Diploma II dengan jurusan industri. Untuk awal, tambahnya, lokasinya akan menggunakan gedung SMK Negeri 2 Cikarang.


"Semua kurikulum dan materi pengajarnya nanti akan didatangkan dari Politeknik Bandung. Kabupaten Bekasi menyediakan tempat, mahasiswa dan membantu pembiayaan dari APBD," kata dia.


Rusdi mengatakan, pembahasan belum sampai detail tentang jumlah mahasiswa pada angkatan pertama tahun 2013 mendatang. Pihaknya akan melakukan kajian terlebih dahulu dan menyiapkan kebutuhan teknis lainnya.


"Nanti jika sudah siap pasti akan kita umumkan, diprioritaskan mahasiswanya adalah lulusan SMK/SMA di Kabupaten Bekasi," kata Rusdi. [tata/ant]

Iklim Investasi Sudah Baik, Tinggal Dipertahankan Saja

[caption id="attachment_402" align="aligncenter" width="448" caption="Direktur Utama Jababeka, Hyanto Wihadi"]Direktur Utama Jababeka, Hyanto Wihadi[/caption]

SMS, Cikarang Utara - Menurut Direktur Utama Jababeka, Hyanto Wihadi, hingar bingar pesta demokrasi Kabupaten Bekasi tetap dalam pengawasan pengusaha di Kabupaten Bekasi. Baginya, siapapun yang akan menjabat sebagai Bupati Bekasi periode 2012-2017 nanti, adalah sosok pemimpin yang harus senantiasa memperhatikan iklim investasi di Kabupaten Bekasi.


“Kondisi iklim investasi di Kabupaten Bekasi saat ini sudah baik. Tinggal bagaimana mengelolanya, melakukan terobosan-terobosan dengan memberikan insentif kepada investor yang akan menanamkan modalnya disini. Siapapun yang terpilih nanti harus memperhatika itu,”  ujar pria berkacamata tersebut.


Ia juga mengakui, kepemimpinan Bupati Sa’duddin selama ini cukup membawa angin segar dalam proses perkembangan kemajuan dunia usaha di Kabupaten Bekasi, terutama dalam mendatangkan investor dari luar negeri.


“Tinggal dipertahankan saja, kalaupun mau diberikan pembinaan adalah usur-unsur masyarakat seperti ormas atau paguyuban yang sering bentrok memperebutkan limbah. Ini harus diberikan pengetahuan dan wawasan yang baik serta pengaturan  yang adil sehingga tidak mengakibatkan  bentrok,” tambahnya.


Selain itu, ia juga meminta kepada pemerintah daerah agar membuat terobosan atau memberikan insentif dalam berbagai pelayanan yang berhubungan dengan iklim usaha seperti perizinan atau retribusi.


“Banyak hal terobosan yang bisa diberikan kepada dunia usaha, kemudahan dan kecepatan pelayanan perizinan itu menjadi modal utama dan  harus ditingkatkan agar pengusaha yang datang dari luar akan betah berinvestasi disini. Saat ini sudah baik mungkin harus ditingkatkan lagi,” pungkasnya. [tata]

Pendidikan Agama Jadi Prioritas Bupati Terpilih

[caption id="attachment_399" align="aligncenter" width="448" caption="Mantan Anggota DPRD Jabar, Marzuki Haris"]Mantan Anggota DPRD Jabar, Marzuki Haris[/caption]

SMS, Tambelang - MANTAN anggota DPRD Propinsi Jawa Barat dari Fraksi PPP, Marzuki Haris, sangat percaya masyarakat Kabupaten Bekasi lebih demokratis dan lebih pintar dalam segi pendidikan politiknya, sehingga tidak mudah untuk terjebak dalam memilih calon pemimpinnya.

Meski banyak calon pemimpin yang mengobral janji, namun masyarakat akan memilih dengan sendirinya, tanpa diminta terhadap pemimpinya, yang sudah ada bukti nyata terhadap masyarakatnya.

“Saya yakin, masyarakat Kabupaten Bekasi sekarang sudah punya pengetahuan cara demokrasi yang baik dan santun serta selalu mengkedepankan hati nurani kerakyatannya, yang berpijak pada kaidah agama untuk membangun daerahnya,”tuturnya.

Ia mengaku, saat ini yang diperlukan pemimpin yang bukan hanya obral janji semata, namun bukti dan kenyataanlah yang jadi pedoman untuk bisa dipercaya masyarakatnya sehingga masyarakat lebih bisa tersejahterakan lagi.

Menurutnya, pemimpin yang terpilih oleh rakyatnya haruslah lebih banyak bekerja extra untuk lebih mengoptimalkan pelayanan terhadap masyarakat, terlebih masalah program-program pro rakyat sehingga dapat terangkat harkat dan martabatnya sebagai masyarakat Kabupaten Bekasi yang lebih sejahtera lagi.

“Namun masalah pendidikan agama khususnya, bukan hanya tanggung jawab kementrian agama saja, namun pemimpin yang terpilih nantinya yang akan menjadi nahkoda Pemerintahan Kabupaten Bekasi hendaknya lebih dapat mendorong untuk membuat peraturan daerah (Perda) tentang nasib kesejahteraan para guru agama,” tegas Marzuki.

Masih kata dia, hal tersebut sangat penting mengingat para guru agama setelah diperhatikan kesejahteraanya akan memberikan timbal balik pada etos kinerjanya, sehingga akan tercipta pendidikan agama yang secara optimal menghasilkan pendidikan yang berkualitas.

Ditambahkannya, lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) yang ada di Kabupaten Bekasi sudah teruji lulusannya. Dengan perhatian lebih, para lulusan yang berkualitas tersebut dapat bersaing  dan memberikan karya terbaiknya.

“Sebaik-baik para pemimpin ialah orang yang selalu mengedepankan kaidah agama serta berpijak pada kepentingan masyarakat umum, dekat dengan tokoh ulama dan masyarakat. Sehingga akan mendapatkan pencerahan dan nasihat untuknya dalam menjalankan tugasnya akan selalu berpihak kepada kemasylahatan,” pungkas Marzuki. [her]

PNPM Desa Sukaindah Gelar MDST

PNPM Sukaindah Gelar MDST - Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) Desa Sukaindah, Jum’at (16/12), gelar Musyawarah Desa Serah Terima (MDST) bertempat di aula Desa Sukaindah dan dihadiri oleh PJOK Kecamatan Sukakarya Herri Bawono, S.IP, Ketua UPK M. Nawawi Rohman, Kepala Desa Sukaindah HM. Anjang, Sekdes Muhamad Nur, Ketua TPK Sukaindah M. Alieudin, KPMD, Tim Pemelihara serta Tokoh Masyarakat Desa Sukaindah.


Sementara itu, Ketua TPK Desa Sukaindah, M. Alieudin, mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Sukaindah serta masyarakat atas kerjasamanya, sehingga pekerjaan Leaning Saluran Drainase sudah selesai dikerjakan.


“Alhamdulillah pekerjaan Leaning Saluran drainase sepanjang 430 Meter telah selesai dikerjakan, dan telah diserahkan kepada Tim Pemelihara,” ujar pria ramah kepada SMS Bekasi usai kegiatan.


Dikatakannya, Desa Sukaindah tahun 2011 mendapat anggaran sebesar Rp.166.018.500,- untuk kegiatan SPP Rp. 45.000.000,- dan pembangunan fisik berupa saluran draenase sebesar Rp.112.717.500,- untuk kelompok SPP yang awalnya 9 kelompok kini dalam perguliran mencapai 15 kelompok.


“Semoga saluran drainase sepanjang 430 Meter yang telah dikerjakan dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya petani Sesa Sukaindah,” bebernya.


Ditempat yang sama, Ketua UPK Sukakarya, M. Nawawi Rahman, mengatakan, Program PNPM Mandiri Perdesaan tahun 2011, dari tujuh desa baru empat desa yang sudah melaksanakan Musyawarah Desa Serah Terima (MDST).


“Diharapkan kepada desa yang belum melaksanakan MDST, hendaklah dipersiapkan sebaik mungkin, dalam segi administrasi maupun pekerjaannya. Sehingga pada saat MDST dapat berjalan lancar dan diterima oleh masyarakat,” ujarnya.


Dikatakannya, PNPM Mandiri Perdesaan tahun 2011 sudah berjalan dengan baik sesuai dengan juklak dan juknis yang ada, seperti perguliran SPP dan pembangunan fisik sudah berjalan baik dan maksimal.


“Semoga Program PNPM tahun 2012 mendatang lebih baik lagi, terutama dalam pengembalian SPP harus mencapai 100 %,” pungkasnya. [KS-01]

Berikan Pendidikan Politik Cerdas pada Masyarakat

[caption id="attachment_559" align="aligncenter" width="448" caption="Ketua Menwa, Rifal Afriadi"]Ketua Menwa, Rifal Afriadi[/caption]

SMS, Cikarang Selatan - Ketua Komandan Resimen Mahasiswa (MENWA) Kabupaten dan Kota Bekasi, Rifal Afriadi, megharapkan Panitia Pengawas Pemilu Kepala Daerah Kabupaten Bekasi (Panwaslukada) dan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bekasi dapat memberikan pendidikan politk cerdas (polcer) kepada masyarakat.


Ia juga meminta kepada dua institusi tersebut agar tegas menjalankan prosedur Pemilukada. Hal itu harus dilakukan agar masyarakat lebih peduli serta Pemilukada yang jujur dan adil (Jurdil) bisa terlaksana.


Menurutnya, sebagai masyarakat dirinya menginginkan segala sesuatunya harus bersikap jujur dan adil, salah satunya dalam Pilkada nanti, demi untuk kemajuan daerah dan kepentingan masyarakat luas Kabupaten Bekasi,.


Ia menginginkan, lembaga-lembaga yang terlibat dalam pemilukada, harus meningkatkan kejujuran dalam menjalankan perannya masing-masing, agar masyarakat tidak terkecoh dan salah memilih calon bupati dan wakil bupati Bekasi untuk lima tahun kedepan.


"Saya sebagai pemuda dan masyarakat Kabupaten Bekasi, menginginkan agar Pilkada nanti berjalan dengan lancar tanpa ada kebohongan dan intrik dari aktor-aktor politik. Semua itu bertujuan untuk mendapatkan dan melahirkan pemimpin Kabupaten Bekasi yang jujur dan adil, yang memberikan keinginan masyarakatnya dan memajukan daerahnya tanpa ada konsfirasi-konsfirasi belaka," jelasnya.


Dikatakan Rifal, pemimpin yang dilahirkan dari ketidakjujuran akan berimbas pada jalan kedepan kedudukannya. Dan pemimpin yang dilahirkan seperti itu akan menjadi perampok dan tidak akan berpihak kepada masyarakat Kabupaten Bekasi.


"Mulai saat ini, berikanlah pencerdasan politik jujur untuk masyarakat Kabupaten Bekasi dan berikan segala sesuatunya dengan benar, karena kalau kita landaskan gerakan kita dengan kejujuran, mudah-mudahan hasilnya pun juga benar, tetapi sebaliknya jika kita berikan kebohongan alias tidak jurdil, apalagi dalam memilih pemimpin, kita akan dirampok dan dari pemimpin seperti itu tidak akan berpihak kepada masyarakat," ujar lelaki berfostur ideal itu.


Sejauh ini dalam menuju Pilkada 2012 mendatang, Rifal menambahkan, dirinya belum melihat ada kejanggalan, namun jika ada kejanggalan, hendaknya masyarakat dan lembaga-lembaga yang mengurus berlangsungnya Pilkada mendatang agar memberikan tindakan tegas.


"Semoga saja jalan menuju Pilkada 2012 mendatang dilandaskan kejujuran, dan situasi yang aman seperti sekarang tetap kekal," pungkasnya singkat. [Cr-01]

Pasiban Adakan Silaturahmi dan Pembekalan

[caption id="attachment_550" align="aligncenter" width="448" caption="Ketua Panitia acara, N. Maulana, saat menyampaikan sambutannya pada acara Silaturahmi dan Pembekalan Paguyuban Bekasi Banten di Yayasan Al-Anshor Bekasi."]Pasiban[/caption]

SMS, Sukakarya - Dalam rangka meningkatkan tali silaturahmi serta pembekalan terhadap anggota, Paguyuban Bekasi Banten (PASIBAN) belum lama ini, Rabu (14/12), mengadakan silaturahmi dan pembekalan terhadap seluruh anggota di enam kecamatan meliputi Kecamatan Kedung Waringin, Pebayuran, Sukatani, Sukakarya, Cabangbungin dan Muaragembong.


Acara tersebut dihelat di Yayasan Al-Anshor Bekasi Kp. Puloasem Desa Sukakarsa Kecamatan Sukakarya dan dihadiri oleh Ketua Umum DPP Pasiban, Sa’duddin, Ketua Tim Sukses DPP Pasiban Damin Sada, Pengurus DPP Pasiban Tubagus A. Darodjat, Ketua DPD PKS M. Nuh, Sekjen DPP Pasiban B. Bahrudin Ronny, Ketua dan Anggota PWK, Pengurus PTD , Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda serta masyarakat.


Dalam kesempatan itu, Ketua Umum DPP Pasiban, Sa’duddin, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus Pasiban tingkat kecamatan maupun tingkat desa yang sampai saat ini masih semangat dalam menjalankan tugas keorganisasian.


“Semoga kedepan organisasi Pasiban dapat membantu masyarakat dalam menyalurkan aspirasinya, karena ada dan keberadaan Pasiban harus dapat bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Bekasi,”ujar suami Cucu Sugiarti ini kepada SMS Bekasi usai kegiatan.


Dikatakannya, seluruh anggota Pasiban yang ada hendaklah lebih peduli terhadap masyarakat sekitar, baik dalam membantu secara sosial maupun menampung aspirasi sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat atas apa yang kita perbuat.


“Dengan demikian masyarakat akan merasa bangga dengan keberadaan pasiban yang dapat membantu dan menampung aspirasinya,” beber pria murah senyum ini.


Di tempat yang sama, Ketua Harian DPP Pasiban, Damin Sada, yang juga Ketua Tim Sukses Pasiban untuk Pemenangan Pasangan SAJA (Sa’duddin-Jamalullail), mengatakan seluruh Ketua dan anggota Pasiban se-Kabupaten Bekasi telah sepakat mengusung kader terbaiknya yaitu Sa’duddin, untuk kembali menjadi bupati periode 2012-2017.


“Kita semua telah sepakat mengusung Sa’duddin untuk menjadi bupati periode 2012-2017, oleh karena itu mari kita rapatkan barisan, lanjutkan pembangunan untuk Kebangkitan menuju kemenangan dan kesejateraan masyarakat Kabupaten Bekasi,” ujarnya  penuh semangat.


Dikatakannya, seluruh anggota Pasiban harus menjadi benteng pertahanan untuk mengusung dan memenangkan kader terbaiknya dalam Pemilukada yang akan dilaksanakan pada 11 Maret 2012 mendatang.


“Diharapkan seluruh kader pasiban yang ada, harus saling membantu baik antar sesama kader Pasiban maupun dengan masyarakat, sehingga apa yang kita harapkan dapat terwujud dan menjadi kenyataan,” pungkasnya. [KS-01]

Isbat Proritas Kepala KUA Muaragembong Yang Baru

[caption id="attachment_542" align="aligncenter" width="448" caption="Isbat Proritas Kepala KUA Muaragembong Yang Baru"]Isbat Proritas Kepala KUA Muaragembong Yang Baru[/caption]

SMS Muaragembong - Sartijab yang menggunakan aula kantor kecamatan muaragembong berjalan dengan hikmat dan lancar pada kesempatan itu dihadiri dari berbagai undangan diantaranya Camat Muaragembong, Ketua MUI, para Guru Tokoh masyarakat dan tokoh Agama.


Untuk sartijab kalai ini khususnya dikalangan Depag yaitu kepala KUA Muaragembong yang lama M. Ali akan menempatkan kantor Urusan Agama wilayah Cabangbungin sedangkan untuk  Kantor Urusan Agama Wilayah wilayah Muaragembong akan diisi dengan kepala KUA yang baru Drs. Komarudin, MM.


Kepala KUA yang lama dalam sambutannya dengan mutasinya kewilayah kecamatan Cabangbungin itu semua kebijakan pimpinan dan yang sudah pasti harus dijalankan, masih dikatakannya dengan mutasi kewilayah cabangbungin bukan berarti saya dan warga Muaragembong ini putus kominikasi dan silaturohmi saya berharap agar semua tidak putus dan selalu berjalan baik tegasnya.


"Drs. Komarudin, S.Ag yang sebelumnya menjabat penghulu di KUA  Cikarang Pusat pada kesempatan sartijab sewaktu dikofirmasi sms mengatakan untuk program pertama ia bekerja akan berupaya memperdayakan para amil yang ada di Desa masing-masing serta akan menyatuhkan kepada staf KUA.


Dan yang tak kala pentingnya dikatakan, mengenai Isbat  untuk warga Muaragembong yang saat ini masih sangat banyak bagi warga Muaragembong yang tidak memiliki surat nikah itu menjadi program saya yang proritas untuk bisa memilikinya ujarnya.


Ditempat yang sama Ketua MUI  "A. Muhajar  mengaku sangat terharu dan bangga pada kepala KUA yang lama dengan ia akan meninggalkan pekerjaan yang lama banyak yang ia tinggalkan dari sarana prasarana saja satupun tidak ada yang dibawanya, jadi menurut saya itu contoh yang sangat baik bagi pejabat yang terkena mutasi  ujarnya. (yom)

Disparbudpora Kabupaten Bekasi Siap Menggelar Jumsihat

[caption id="attachment_303" align="aligncenter" width="448" caption="Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bekasi"]Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bekasi[/caption]

SMS, Cikarang Pusat - Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bekasi berencana mengadakan gerakan Jumat Bersi dan Sehat (Jumsihat). Rencananya  program tersebut akan segera dilaksanakan di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.


Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Olahraga Kabupaten Bekasi, Efendi Nasri, kepada SMS Bekasi baru-baru ini. "Jumsihat ini mudah-mudahan menjadi perubahan kesehatan yang semakin membaik di masyarakat Kabupaten Bekasi dan program ini pun akan terus berjalan," ungkapnya Efendi Nasri.


Harapan Disparbudbora yang sudah mengkonsep agar masyarakat Kabupaten Bekasi ini jauh dari penyakit yang disebabkan oleh kotornya lingkungan, Efendi Nasri juga mengatakan, bahwa Jumsihat telah diterapkan pula di Kantor Kepala Dinas Disparbudpora,  terutama program Jumsihat ini, selain akan diterapkan dimasyarakat kabupaten Bekasi, Jumsihat pun akan dilakukan dilingkungan kantor Disparbudpora, dengan alasan agar Jumsihat tersebut dapat meningkat.


"Saya juga salah satu orang yang merasakan Jumsihat itu adalah sesuatu hal atau tindakan yang positif, makanya saya juga ikut menerapkan Jumsihat di kantor," ungkapnya.


Sementara itu Kepala Disparbudpora Efendi dirinya mengatakan, program tersebut bertujuan  meningkatkan kuwalitas kesehatan masyarakat Kabupaten Bekasi. Menurutnya, beberapa tahun belakangan ini dirinya melihat masyarakat Kabupaten Bekasi kurang meningkatkan pola hidup sehat, terutama kesehatan yang bermula dari lingkungan.


"Saya melihat kuwalitas kesehatan pada masyarakat Kabupaten Bekasi sangat minim, karenanya saya dengan teman-teman yang lainya mengkonsep agar melaksanakan program, yaitu Jumsihat tersebut," kata matan Kabag Tata Pemerintahan ini.


Kini jumsihat diharapkan oleh Disparbudpora harus membumi dimasyarakat Kabupaten Bekasi, karenanya Disparbudpora sudah menerapkan konsep Jumsihat ini kepada seluruh jajaran di 23 Kecamatan yang ada dikabupaten Bekasi.


"Saya sudah susun struktur organisasi Jumsihat dikecamatan-kecamatan Kabupaten Bekasi, dan setiap kecamatan ada empat orang yang mengelola Jumsihat ini di Kecamatanya masing-masing," papar  Efendi. [rio32]