Rusdi: 2012, Tidak Ada Sekolah Rusak Berat

[caption id="attachment_836" align="alignright" width="255" caption="Demikian Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Rusdi M Biomed"]Rusdi M Biomed[/caption]

SMS, Cibitung - PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Dinas Pendidikan akan targetkan tidak ada lagi bangunan sekolah yang rusak. Demikian Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Rusdi M Biomed, disela-sela acara peresmian kantor UPTD PAUD/SD Cibitung, Kamis (26/1).


Rusdi mengatakan, pada 2012 ini tidak akan ada lagi sekolah yang rusak berat. Menurutnya, kenyamanan belajar pun menjadi faktor pendukung kegiatan belajar mengajar (KBM).


”Apabila sarana dan prasarana telah memenuhi dan dalam keadaan yang baik, tinggal peningkatan prestasinya saja, kan nggak enak kalau siswa ditanyain prestasi terus berkilah, lah benerin saja dulu sarananya,” jelasnya.


Kata dia, hal ini akan dilihat dari kondisi infrastruktur sekolahnya baik bangunan secara utuh, kondisi atap sekolah dan yang menjadi prioritas utama bangunan memiliki pondasi yang sudah rusak.


”Berarti sekolah itu memiliki resiko lebih tinggi dalam tingkat bahaya dan kerusakannya sehingga harus segera diperbaiki,” katanya.


Dibeberkan, pembangunan tiga kantor UPTD melalui Anggaran Tahun 2010 dan 2011, sebagai salah satu wujud nyata perbaikan dan peningkatan sarana gedung sekolah kabupaten.


Sementara Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana (Sarpras), Suwarto, mengatakan jika sarana gedung sudah mencapai kata nyaman, maka Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan sendirinya akan menciptakan prestasi yang baik sesuai dengan kenyamanan siswa dalam menerima materi pelajaran di sekolah.


”UPTD lainnya seperti yang berlokasi di Kecamatan Tambelang dan Sukakarya sedang dilanjutkan proses pembangunannya di tahun 2012 ini,” kata Suwarto. [her]

1,2 Hektar untuk SOR Bojongmangu

[caption id="attachment_755" align="alignright" width="224" caption="Jaoharul Alam"]Jaoharul Alam[/caption]

SMS, Bojongmangu - Untuk menunjang pembangunan Sarana Olah Raga (SOR) di wilayahnya, Camat Bojongmangu, Jaoharul Alam ,telah menyiapkan lahan seluas 1,2 Hektar yang berasal dari Tanah Kas Desa (TKD) Sukamukti.


"Untuk SOR ini, kami telah siapkan lahan seluas 1,2 Hektar di Kampung Galang RT 03 RW 02 yang berasal dari TKD Sukamukti," ujar pria yang akrab disapa Alam ini,  saat dihubungi melalui telepon genggamnya belum lama ini.


Menurutnya, untuk pembangunan SOR tersebut, rencananya Pemkab Bekasi akan menggelontorkan dana sebesar Rp1,8Miliiar.


"Alhamdulillah, tahun ini di wilayah Bojongmangu akan dibangun SOR dan Pemkab Bekasi telah mengalokasikan anggaran dari APBD 2012 ini,  sebesar Rp1,8 Milyar," ungkapnya.


Ditambahkan Alam, masyarakat  sangat antusias menyambut pembangunan SOR tersebut. Pasalnya, selama ini untuk mengadakan even-even olahraga dan turnamen, masyarakat memakai lapangan desa yang kondisinya kurang memadai.


Selain itu, menurutnya, untuk para pelajar di wilayah tersebut juga mengalami kesulitan jika ingin latihan maupun mengadakan pertandingan pesahabatan dengan sekolah lain.


"Biasanya, para pelajar jika ingin melakukan pertandingan, mereka menggunakan SOR di Kecamatan Cikarang Pusat," bebernya.


Ia berharap, dengan dibangunnya SOR tersebut, dapat digunakan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Baik untuk latihan maupun kegiatan even-even olahraga dan turnamen.


"Mudah-mudahan dengan dibangunnya SOR diwilayah ini, kegiatan olahraga di Kecamatan Bojongmangu  semakin baik," pungkasnya. [mar]

Lagi, Pemkab Bekasi Bangun Dua SOR

[caption id="attachment_751" align="alignright" width="224" caption="Pemkab Bekasi Kembali Bangun Dua SOR"]Pemkab Bekasi Kembali Bangun Dua SOR[/caption]

SMS, Cikarang Pusat - Setelah sebelumnya dibangun Sarana Olah Raga (SOR) di beberpa kecamatan, seperti SOR Stadion Mini  di Kecamatan Sukatani, Tambelang, Tambun Utara dan Cikarang Selatan, pada  tahun ini rencananya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, kembali  membangun dua SOR lagi yaitu SOR Bojongmangu dan SOR Setu.


"Tahun ini, rencananya ada penambahan  dua SOR lagi, yaitu SOR Stadion Mini Kecamatan Bojongmangu dan Setu," ujar Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bekasi, Hadiat Sudrajat, saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.


Dikatakan Hadiat, untuk pembangunan SOR Bojongmangu, Pemkab Bekasi mengalokasikan dana sebesar Rp1,8 Milyar. Sedangkan untuk SOR Setu sekitar Rp400 Juta.


"Untuk pembangunannya, diperkirakan April sudah bisa dimulai," ungkapnya.


Dijelaskan Hadiat, pembangunan dua SOR tersebut untuk menambah sarana dan prasarana olah raga yang sudah ada. Menurutnya, pada tahun ini juga dilakukan lanjutan pembangunan tiga stadion mini.


"Selain pembangunan dua stadion baru, pada tahun ini juga dilanjutkan
pembangunan tiga stadion mini yang belum selesai, yaitu Stadion Mini Setia Mekar, Pasir Tanjung dan Cibarusah," jelasnya.


Menurutnya, dengan disediakan sarana penunjangnya, maka untuk pembibitan dalam rangka mencetak atlet-atlet berbakat menjadi lebih mudah.


"SOR ini, nantinya bisa digunakan untuk even-even maupun turnamen. Selain itu, SOR ini juga digunakan sebagai tempat latihan  para siswa Sekolah Sepak Bola (SSB), para pelajar, maupun masyarakat," ungkapnya.


Ia berharap, dengan disediakannya SOR tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kedepannya, Pemkab Bekasi akan terus mendukung program mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga, yaitu dengan menyediakan sarana dan prasarananya hingga di semua kecamatan.


"Mudah-mudahan dengan sarana dan prasarananya yang baik, sekaligus pembibitan dan pelatihan yang memadai, bukan tidak mungkin 10 tahun kedepan, Kabupaten Bekasi banyak memiliki atlet-atlet yang baik dengan skill yang mumpuni, yang akan mengharumkan daerah ini ke tingkat nasional sampai internasional," tukasnya. [mar]

Pemkab Bekasi Bagikan 187 Motor Banvrop Jabar

SMS, Cikarang Pusat - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi membagikan sebanyak 187 motor bantuan hibah dari Provinsi Jawa Barat. Terdiri dari 182 motor untuk desa dan 5 motor untuk kelurahan. Pembagian secara simbolis diberikan langsung Bupati Bekasi Sa’duddin kepada 20 perwakilan Kepala Desa dan Lurah se-Kabupaten Bekasi di Gedung Wibawamukti Komplek Perkantoran Pemkab Bekasi, Rabu (21/12).


Pembagian tersebut disaksikan Wakil Bupati Darip Mulyana, Kepala Pengadilan Negeri Bekasi Muhamad Eka Kartika, Ketua KPUD Kabupaten Bekasi Adi Susila, Unsur Muspida, SKPD, Camat, Lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten Bekasi. Jenis motor yang diserahkan adalah 103 unit jenis Yamaha Jupiter MX dan 84 unit jenis Honda CS1.


Dikatakan Sa’duddin, pembagian sepeda motor tersebut merupakan hibah dari Pemprov Jawa Barat untuk menunjang kegiatan operasional desa maupun kelurahan. Untuk itu, ia berpesan agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dan dijaga dengan sebaik-baiknya.


“Bantuan ini untuk menunjang operasional desa maupun kelurahan, dalam melayani kepentingan masyarakat,” ujarnya.


Ia menegaskan, bantuan motor tersebut untuk Sekretaris Desa (Sekdes) atau sSkretaris Kelurahan (Sekel). Karena untuk kepala desa dan lurah sebelumnya sudah mendapat jatah mobil operasional.


“Sepeda motor ini nantinya digunakan oleh Sekdes Suntuk untuk menunjang kegiatan pelayanan kepada masyarakat. Karena untuk kades dan lurah sudah mendapat bantuan mobil operasional,” bebernya.


Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Dadang Mulyadi mengatakan, pembagian bantuan hibah ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan desa/kelurahan kepada masyarakat. Untuk itu, menurut Dadang, harus digunakan semaksimal mungkin untuk opersional di wilayah masing-masing.


“Bantuan sepeda motor ini, dalam rangka memaksimalkan pelayanan masyarakat di wilayah pedesaan, untuk itu harus dimanfaatkan semaksimal mungkin,” tukasnya. [mar]

Pemkab Bekasi akan Bangun Politeknik Negeri

Muhtadi MuntahaSMS, Cikarang Pusat - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, berencana melaksanakan program Community College dengan mendirikan Politeknik Negeri pada 2012 mendatang, bekerjasama dengan Politeknik Negeri Bandung.


"Program Community Collage ini ditawarkan oleh Politeknik Bandung. Kita sudah dengar paparan konsepnya, dan menyambut baik program tersebut," ujar Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Bekasi, Muhtadi Muntaha, usai rapat dengan pihak Politeknik Bandung dan Dinas Pendidikan setempat di ruang rapat Komisi D, Rabu (21/12).


Muhtadi mengatakan, program tersebut diarahkan untuk mengurangi tingkat pengangguran dan peningkatan ekonomi di wilayah setempat. Politeknik tersebut nantinya akan ditekankan pada upaya peningkatan keterampilan dan kompetensi di bidang industri.


"Nanti akan kita petakan dulu kebutuhan SDM industri di Kabupaten Bekasi itu seperti apa, sehingga kurikulumnya akan disesuaikan," tukasnya.


Dikatakan Muhtadi, program Community College dengan pendirian Politeknik Negeri yang mengambil bidang studi industri merupakan sebuah solusi bagi pemenuhan kebutuhan pangsa pasar tenaga kerja di wilayah setempat. Apalagi, kata dia, di Kabupaten Bekasi terdapat ribuan perusahaan baik skala nasional maupun multinasional.


"Konsepnya adalah menyiapkan sumber daya manusia yang handal agar setelah lulus bisa langsung disalurkan ke dunia industri yang ada di Kabupaten Bekasi," ujarnya.


Ditambahkan Muhtadi, minimnya kualitas SDM lokal yang mampu bersaing di dunia industri selama ini memang menjadi persoalan. Terlebih dengan banyaknya SDM dari luar daerah yang membuat kompetisi semakin sulit.


"Dengan adanya Politeknik ini, paling tidak lulusan SMA/SMK di Kabupaten Bekasi tidak kebingungan mencari pekerjaan. Kita tidak mau menjadi penonton di daerah sendiri," ujarnya.


Selain bidang industri, tambahnya, Politeknik tersebut nantinya juga akan dikembangkan ke sektor pertanian dan migas. Sebab, kedua sektor tersebut memiliki potensi yang sangat tinggi di wilayah setempat.


"Komisi D mengimbau kepada Pemkab Bekasi agar segera memfasilitasi proses perizinan dan pembangunan Politeknik tersebut. Ini adalah kesempatan yang tidak bisa ditolak karena merupakan kebutuhan," demikian Muhtadi.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Rusdi M. Biomed, membuka program Diploma II dengan jurusan industri. Untuk awal, tambahnya, lokasinya akan menggunakan gedung SMK Negeri 2 Cikarang.


"Semua kurikulum dan materi pengajarnya nanti akan didatangkan dari Politeknik Bandung. Kabupaten Bekasi menyediakan tempat, mahasiswa dan membantu pembiayaan dari APBD," kata dia.


Rusdi mengatakan, pembahasan belum sampai detail tentang jumlah mahasiswa pada angkatan pertama tahun 2013 mendatang. Pihaknya akan melakukan kajian terlebih dahulu dan menyiapkan kebutuhan teknis lainnya.


"Nanti jika sudah siap pasti akan kita umumkan, diprioritaskan mahasiswanya adalah lulusan SMK/SMA di Kabupaten Bekasi," kata Rusdi. [tata/ant]

Karta: Prona Gratis, Program Nyata untuk Masyarakat

[caption id="attachment_231" align="aligncenter" width="448" caption="Karta: Prona Gratis, Program Nyata untuk Masyarakat"]Karta[/caption]

SMS, Cikarang Utara - Pemberian sertifikat prona gratis bagi masyarakat yang digagas Pemkab Bekasi bekerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi adalah program nyata yang sangat membantu masyarakat.


Diungkapkan warga Desa Cipayung Kecamatan Cikarang Timur, Karta Bin Salim (56), dengan adanya sertifikat maka masyarakat bisa menggunakan untuk berbagai keperluan, terutama dalam mencari pinjaman untuk tambahan modal yang mengunakan agunan sertifikat.


“Pemberian sertifikat prona gratis adalah salah satu  bentuk program nyata untuk membantu masyarakat yang tidak  mampu seperti kami,“ ucap Karta dijumpai dalam acara penyerahan sertifikat yang dilakukan langsung Bupati Bekasi, di Kecamatan Cikarang Utara, Jumat (09/12).


Lebih lanjut Karta mengatakan, dengan sertifikat tersebut dirinya akan menggunakan sebagai agunan untuk meminjam modal ke Bank dengan harapan uang pinjaman tersebut nantinya bisa menambah modal usaha untuk meningkatkan taraf perekonomian keluarga.


“Sertifikat ini sangat berarti untuk kami. Ada harapan untuk keluar dari keterpurukan ekonomi keluarga. Dengan cara membuka usaha, mengajukan kredit modal usaha dengan jaminan sertifikat ini,“ terangnya.


Tak hanya dengan BPN, Karta juga berharap Pemkab Bekasi membuka kerjasama dengan elemen lain demi terwujudnya peningkatan perekonomian masyarakat.


“Saya minta Sa'duddin juga membuka kerjasama dengan pihak lain untuk bisa memfasilitasi masyarakat Kabupaten Bekasi agar bisa hidup lebih baik lagi," pungkasnya. [her]