Kantor PK Golkar Jadi Posko Pemenangan SAJA

[caption id="attachment_899" align="aligncenter" width="448" caption="Kantor PK Golkar Jadi Posko Pemenangan SAJA"]Posko Pemenangan SAJA[/caption]

SMS, Sukatani - MASYARAKAT Kecamatan Sukatani merasa bingung dan heran dengan keberadaan kantor Partai Golkar Pengurus Kecamatan Sukatani. Awalnya, menjadi Posko Pemengan Neneng-Rohim (NERO) dengan segala akributnya, lantas sekarang berubah total menjadi Posko Pemengan Sa’duddin-Jamal (SAJA) dengan dipenuhi baliho peserta Pilkada dengan nomor urut dua itu. Kantor tersebut letaknya persis di depan kantor Koramil Sukatani.


Menurut  Tokoh Pemuda Kecamatan Sukatani, Isak (40), kantor tersebut awalnya kantor PK Golkar Kecamatan Sukatani, sekarang sudah beralih fungsi sebagai kantor resmi Ormas Majelis Musyawarah Masyarakat Bekasi (M3B) Kecamatan Sukatani, yang dikomandoi olehnya dan digunakan sebagai Posko Pemenangan SAJA.


“Ini rumah saya, kebetulan dulunya dikontrak oleh Golkar versi Darip untuk kantor PK Golkar. Namun dalam perjalanannya Pengurus Golkar Kabupaten Bekasi pecah, akibat rekomendasi DPP Golkar jatuh ke Neneng untuk pencalonan Bupati. Dan rumah saya yang dijadikan kantor  oleh Golkar dalam sewanya tidak berjalan baik sehingga Ketua PK Golkar Kecamatan Sukatani menyerahkan kembali rumah tersebut pada kami,” bebernya.


Ia mengaku, selaku Ketua Ormas M3B Kecamatan Sukatani arah pilihan politiknya sudah jelas dan terang benderang, yakni mendukung penuh kemenangan SAJA. Hal itu menurutnya, sesuai dengan komitmen SAJA dengan M3B Kabupaten Bekasi yang diKetuai oleh  KH. Dahlan di Cikarang Barat.


“Akhirnya saya berinisiatif, rumah tersebut kami jadikan kantor Sekretariat M3B untuk Posko Pemenangan SAJA, sebagai langkah awal untuk konsolidasi dengan relawa pendukung SAJA. Dengan sasaran menjaring massa sebanyak mungkin untuk kemenangan SAJA,” terangnya.


M3B sendiri telah memiliki program kerja yang jelas di bidang politik. Bukan hanya menyukseskan Pemilukada Kabupaten Bekasi, namun langkahnya akan tetap eksis dalam rangkaian untuk membantu calon kandidat di Pemilihan Kepala Desa, Pemilihan Gubernur dan Pemilihan Presiden RI.


“Dengan peranan tersebut, kami sudah bentuk pengurus Koordinasi Desa (Kordes) di tujuh desa yang berada di Kecamatan Sukatani untuk lebih merangkul semua elemen masyarakat. Termasuk kepala desanya dengan memilih SAJA sebagai calon pemimpin terbaik untuk masyarakat Bekasi,” ucapnya. [her]

PAC Bodong Yang Dukung NERO

SMS, Cikarang Pusat - Membelotnya 14 Pimpinan Anak Cabang (PAC) PPP rupanya tidak mendapatkan perhatian serius dari pengurus PPP. Malahan pengurus PPP menuding kalau PAC yang membentuk tim relawan Ka’bah tersebut bukanlah kader yang masuk structural. Mereka disebut kader yang tidak terakomodir saat pleno pemilihan PAC. Sehingga mereka merasa sakit hati dan melakukan tindakan politik sendiri.


Ketua Bapilukada PPP Cecep Noor menegaskan kader yang mengatas namakan PAC PPP yang menyatakan dukungannya ke pasangan NERO bukanlah pengurus PAC. Ia menampik kalau kordinasi DPC tidak sampai ke PAC. Menurutnya apa yang dilakukan Abu Aksin cs tidaklah merepresentasikan sikap PAC.


”Mereka itu bukanlah pengurus PAC. Mereka memang kader PPP tapi bukan masuk dalam struktur,” jelas Cecep Noor.


Ia juga menegaskan sikap politik dengan mendukung pasangan NERO yang dilakukan kader PPP dengan mengatas namakan relawan Ka’bah karena tidak terakomodir saat pemilihan pengurus PAC. Mereka lantas merasa sakit hati dan tidak mau mengikuti keputusan partai untuk mendukung pasangan SAJA. Namun secara struktural mulai dari DPC sampai ke PAC kompak mendukung pasangan yang diusung partai.


”Mereka itu dulunya ga terakomodir, makanya mereka melakukan itu. Tapi pengurus PPP semuanya taat pada keputusan partai dan mendukung pasangan SAJA,” imbu anggota dewan dari dapil satu tersebut.


Terkait keberadaan Abu Aksin yang menjadi kordinator tim relawan Ka’bah Cecep Noor menjelaskan kalau Abu Aksin sendiri bukanlah kader PPP lagi. Ia membeberkan kalau posisi Abu Aksin saat ini sudah pindah partai. Abu Aksin dan Ibrahim yang mengaku sebagai pengurus PAC Sukawangi sudah masuk ke Partai Gerindra. Sehingga manufer politik yang dilakukan tidak lagi sebagai kader ataupun pengurus PPP.


”Abu Aksin dan Ibrahim itu dulunya memang kader PPP. Tapi mereka saat ini tidak sebagai kader PPP lagi melainkan kader Gerindra,” jelas Cecep.


Hal serupa juga diungkapkan sekretaris DPC PPP Nurhamdani yang menyatakan dari 14 PAC tersebut yang masih memegang SK sah hanyalah PAC Setu. Selain itu jelasnya semuanya tidak lagi sebagai pengurus PAC. Ia pun akan menyelidiki terlebih dahulu kebenaran kedatangan pengurus PAC Setu, Hamdan yang mengaku siap memenangkan pasangan NERO.


”Dari 14 PAC yang mendukung NERO hanya Setu yang masih memegang SK sah. Sisanya sudah tidak memiliki SK lagi alis bukan pengurus,” terangnya.


Nantinya jika memang Hamdan melakukan pelanggaran dengan mendukung pasangan NERO DPC PPP akan memberikan sanksi pagi yang bersangkutan. Ia menegaskan sanksi yang bakal diberikan pada kader yang tidak taat partai sudah jelas dalam AD/ART yaitu dipecat.



”Khusus yang satu ini akan kami pelajari terlebih dahulu, kalau memang terbukti sanksi sudah siap diberikan,” bebernya. (pret)

Tentukan Nomor Urut, KPU Gelar Pleno Terbuka

[caption id="attachment_389" align="alignright" width="199" caption="Cabup dan Cawabup yang diusung PKS, PPP dan PKB mendapat nomor urut dua dalam pengundian nomor urut yang digelar pada rapat pleno terbuka KPUD Kabupaten Bekasi, di Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang, Kamis (22/12)."]Sa'duddin dan Jamalullail[/caption]

SMS, Cikarang Selatan - Setelah melalui proses pendaftaran pada 24 November lalu, kini giliran KPU Kabupaten Bekasi menentukan nomor urut kandidat pasangan calon bupati dan wakil bupati. Penetapan nomor urut tersebut dilakukan melalui rapat pleno terbuka di Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang, Kamis (22/12).


Disaksikan unsur muspida, tokoh masyarakat, serta tim sukses pasangan calon bupati dan wakil bupati, tampak penuh sesak memadati aula hotel. Pasangan Darip Mulyana dan Jejen Sayuti datang lebih awal, sekitar pukul 08:30 WIB. Mereka berdua terlihat tenang dikawal pendukungnya yang mengenakan seragam tim sukses berwarna merah. Darip berbusana muslim warna putih tanpa kerah.


Duduk di sampingnya Jejen Sayuti, mengenakan pakaian merah lengan panjang terlihat kontras sekali. Satu jam kemudian, disusul Neneng Hasanah Yasin yang mengenakan setelan jas warna abu-abu dan celana panjang warna hitam, dihias kerudung lepas di wajahnya.


Ikut di belakangnya, Rohim Mintaredja berpakaian resmi. Setelan jas warna hitam seragam, dengan baju lengan panjang warna putih di dalamnya. Terakhir, pasangan Sa’duddin dan Jamalullail Yunus masuk ruangan dikawal tim sukses, datang dengan pakaian seragam. Busana muslim warna putih, serta syal kecil bermotifkan ala timur tengah menggantung di lehernya.


Disampaikan Ketua KPUD Adi Susila, ketiga pasangan yang akan bertarung yaitu SAJA, NERO dan DAHSYAT telah dinyatakan lulus dan memenuhi syarat.


“Semua pasangan dinyatakan lulus, dan memenuhi syarat. Sehat jasmani dan rohani,” kata Ketua KPUD Kabupaten Bekasi Adi Susila, saat membuka kegiatan tersebut.


Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 10:30 WIB, dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya diikuti peserta yang hadir. Sambutan pertama diberikan oleh Adi Susila, dilanjutkan dari Panwaslu yang diwakili Ratna Madurani. Kemudian sambutan dari KPUD Jawa Barat Sanusi, Kapolres Bekasi Kombes Wahyu Hadiningrat dan terakhir sambutan dari Dandim 0507/Bekasi Letkol. Dedi  Nurhadiman.


“Di beberapa wilayah banyak terjadi kekisruhan dalam proses pilkada, marilah kita jaga suasana Bekasi agar kondusif dengan proses pilkada yang fair,” pesan Wahyu, saat itu.


Usai mendengarkan sambutan-sambutan, proses penetapan nomor urut dimulai dengan pemanggilan calon wakil bupati untuk maju kedepan. Mereka mengambil nomor pemanggilan yang disediakan dalam kotak kaca oleh KPU.


Calon wakil bupati dipanggil berdasarkan nomor urut pendaftaran pada 24 November lalu, yakni SAJA, NERO, dan terakhir DAHSYAT. Masing-masing calon wakil bupati memberikan nomor urut pemanggilan kepada calon bupati pasangannya.


Giliran penentuan nomor urut sempat terjadi interupsi yang dilakukan oleh ketua tim sukses NERO, Mustakim. Dia meminta agar penentuan tidak dilakukan dengan mencoblos balon.


“Bukan su’udzon, tapi akan lebih fair jika calon bupati mengambilnya dari dalam kotak. Karena jika mencoblos balon, takutnya balon itu sudah ditandai,” kata pria yang juga Ketua DPRD itu.


Interupsi diterima. Akhirnya cara pencoblosan diubah dengan mengambil langsung dari dalam kotak, oleh masing-masing calon bupati. Pengambilan dilakukan bergantian sesuai dengan nomor urut pemanggilan yang sebelumnya diambil oleh calon wakil bupati.


Setelah semua mengambil, kertas kecil persegi empat tersebut dibuka bersama-sama, disaksikan semua yang hadir. Pasangan NERO nomor satu, SAJA nomor dua dan DAHSYAT mendapat nomor tiga.


Sementara itu,  Ketua KPU Provinsi Jawa Barat Prof. DR. Sanusi Uwes, berharap agar Pilkada Kabupaten Bekasi  yang akan berlangsung 11 Maret 2012 mendatang dapat berjalan dengan baik serta sukses. Untuk itu dibutuhkan kondisi yang lebih kondusif.


Dikatakan, pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Bekasi adalah bagian dari pelaksanaan salah satu ayat UUD 1945, yakni menyelenggarakan pemilihan bupati.


“Kita sudah tahu calon bupati memenuhi persyaratan yang sesuai persyaratan yang kita sepakati, maka siapapun yang terpilih adalah dari putra Bekasi,” kata Ketua KPU Jawa Barat.


Menurutnya, sekarang tinggal masyarakat yang memilih secara jernih diantara tiga pasangan tersebut yang bisa membangun Bekasi. Mereka  semua memenuhi persyaratan. Hanya ia berharap dalam proses  pilkada tersebut masing-masing pasangan meninggalkan politik uang.


“Jangan sampai ada uang sepersenpun untuk membeli suara. Kalau ada pembatalan hasil pilkada itu akan memboroskan uang negara. Jika pelaksanaan pilkada berjalan bersih, tidak ada politik uang kita akan mendapat pemimpin yang baik,” pungkasnya. [tata/Ks 02]

PKS Cari Celah di Pebayuran

SMS, Cikarang Selatan - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bakal mencari celah untuk meraup suara di Kecamatan Pebayuran. Di Kecamatan ini suara hampir mayoritas dikuasai oleh keluarga Haji Yasin dan Daeng Muhammad. Otomatis peluang PKS untuk mendapatkan suara tambahan agak sulit. Namun tidak lantas membuat punggawa PKS berkecil hati.


Pengurus DPD PKS Kabupaten Bekasi asal Pebayuran, Uryan Riyana, menjelaskan dari awal PKS memang agak sulit untuk masuk ke wilayah Pebayuran. Namun ia menegaskan, karena posisi PKS saat ini sebagai incumbent, sudah memiliki kader yang cukup lumayan banyak. Hal ini berbeda dengan pemilukada sebelumnya. Namun Uryan tetap mengaku sedikit khawatir dengan pasangan Neneng-Rohim (NERO).


“PKS sudah memiliki kader cukup lumayan. Tapi tetep sedikit khawatir sama NERO,” papar Uryan.


Menurutnya, yang dikhawatirkan dari pasangan NERO ini bukanlah Neneng. Menurutnya, Neneng bukanlah siapa-siapa. Sebab, selain masih muda dia juga belum sarat pengalaman. Ketokohannya juga tidak ada sama sekali. Hanya saja, yang sedikit dikhawatirkan oleh Uryan adalah peran Haji Yasin. Menurutnya, Haji Yasin sudah siap menggelontorkan dana sebanyak mungkin untuk pemenangan pasangan NERO ini.


“Neneng bukan siapa-siapa. Masih muda dan belum sarat pengalaman. Justru yang dikhawatirkan Haji Yasin dengan segala materinya,” ungkap lelaki berjenggot tersebut.


Selain itu, jelas Uryan, keberadaan Haji Yasin juga cukup didengar oleh tokoh masyakarat setempat. Untuk memuluskan ambisinya, Haji Yasin juga  sudah silaturahmi ke rumah warga sekitar. Peran haji Yasin inilah yang semestinya diwaspadai. Sebab jika sampai diberikan gerak leluasa kemungkinan besar wilayah Timur Bekasi akan disapu bersih oleh pasangan NERO ini.


“Posisinya saat ini masih didengarkan tokoh masyarakat. Jika tokoh masyarakat sudah dipegangnya mau apalagi, suara kecil kemungkinan bisa direbut,” tegasnya.


Walau secara kasat mata suara bakal dikuasai pasangan NERO, namun masih ada celah bagi pasangan SAJA untuk masuk. Menurut Uryan, sebagian warga banyak yang mengadu kepadanya. Mulai dari masalah galian C yang ada di bantaran kali Citarum, beras miskin (raskin) serta jalan-jalan yang kebetulan digarap oleh Haji Yasin banyak menuai kendala. Kelemahan ini bakal dimanfaatkan oleh Uryan untuk mendulang suara di wilayah Pebayuran.


”Untungnya secara pribadi banyak masyarakat yang ngadu soal Haji Yasin, seperti galian C di bantaran kali Citarum, raskin dan jalan-jalan yang kontraktornya beliau,” bebernya. [pret]