Warga Bima dan Dompu pun Dukung SAJA

SMS, Tambun Selatan - Warga Kota Bima (NTB) dan Masyarakat Dompu yang tinggal di Bekasi ikut mendukung pasangan Sa'duddin Jamal (SAJA) di pemilukada mendatang. Dukungan warga pendatang ini didasari kepedulian Sa'duddin selama memimpin Bekasi selama ini. Tidak adanya perbedaan antara warga pribumi serta pendatang membuat warga bersimpati dan memilih untuk mendukungnya.


Ketua Badan Musyawarah Masyarakat Bima Bekasi Muchtar Hakim, mengatakan Sa'duddin merupakan figur yang sangat pas memimpin Bekasi. Menurutnya Sa'duddin memiliki kepribadian yang kompleks. Ia juga menjelaskan karena kepribadian inilah yang membuat warga Bima menjatuhkan pilihannya ke pasangan SAJA.


"Sa'duddin merupakan kiyai yang politisi, akademisi yang politisi, guru yang santun dan putra terbaik bekasi," bebernya.


Selain itu jelas Muchtar, Sa'duddin juga menghargai pluralitas dan kemajemukan masyarakat Bekasi. Dewasa ini Bekasi merupakan miniatur Indonesia. Dan Sa'duddin sudah menunjukkan trac recordnya selama memimpin Bekasi. Sudah sewajarnya jika warga pendatang memberikan dukungan ke pasangan ini.


"Kami sadar pendatang sudah banyak mendapatkan perhatian. Dan kami ingin perhatian serta perlakuan itu berlangsung terus," tambahnya.


Hal serupa juga diungkapkan ketua Himpunan masyarakat Kabupaten Dompu Najamudin yang menilai pasangan SAJA cukup ideal. Menurutnya Kabupaten Bekasi merupakan daerah industri yang sangat menjanjikan. Banyak pendatang dari daerah lain yang mencari peruntungan di Bekasi. Jika tidak ditangani dengan serius keberadaan pendatang ini bisa menimbulkan masalah.


" Dr. Sa'duddin mampu menjawab masalah ini. Beliau tidak membeda-bedakan warga Bekasi maupun masyarakat pendatang," jelas Najamudin.


Ia pun berharap seluruh warga Dompu serta Bima bisa menyalurkan seluruh hak pilihnya untuk memenangkan Sa'duddin. Menurutnya jika nantinya Bekasi di bawah kendali Sa'duddin kemungkinan besar akan tambah maju.


"Seluruh warga Dompu diharapkan siap memenangkan pasangan ini," tuturnya.


Sementara itu bupati Bekasi Sa'duddin yang datang diacara deklarasi mengaku sangat bangga dengan dukungan yang terus mengalir. Ia menyatakan ini semua merupakan pertanda baik jika memang komitmen bisa dijalankan. Jangan sampai dukungan yang terus berdatangan ini tidak maksimal saat di hari pencoblosan.


"Harus bisa bertahan sampai akhir. Syukur-syukur terus bertambah supaya bisa mudah memangkan pilkada," bebernya. [Dit]

DPP Pasiban Gelar Silaturahmi dan Konsolidasi

[caption id="attachment_701" align="aligncenter" width="448" caption="Ketua Umum Pasiban DPP Pasiban DR. H. Sa’duddin, MM didampingi Ketua Harian H. Damin Sada serta Rektor STIE Pelita Bangsa Dr. H. A. Fikri Jahrie, MM saat acara Silaturahmi dan Konsolidasi Paguyuban Bekasi Banten."]DPP Pasiban Gelar Silaturahmi dan Konsolidasi[/caption]

SMS, Cikarang Pusat - Dalam rangka silaturahmi dan konsolidasi terhadap pengurus Payuban Bekasi-Banten tingkat kabupaten, kecamatan dan tingkat desa, DPP Paguyuban Bekasi-Banten (Pasiban) gelar silaturahmi dan konsolidasi, bertempat di Aula Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pelita Bangsa, Jl. Inspeksi Kalimalang Jababeka, Cikarang Pusat, Sabtu (21/01).


Hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum DPP Pasiban DR. H. Saduddin, MM, Ketua Harian H. Damin Sada, Rektor STIE Pelita Bangsa DR. H. A. Fikri Jahrie, MM, Ketua PWK serta pengurus tingkat desa Se-Kabupaten Bekasi.


Sementara itu, Ketua Harian DPP Pasiban, Damin Sada, mengharapkan kepada seluruh kader Pasiban jangan pernah melenceng dari apa yang telah kita sepakati untuk bersama mengusung kader terbaik Pasiban, DR. H. Sa’duddin, MM, untuk melanjutkan pembangunan di Kabupaten Bekasi.


“Diharapkan kader Pasiban untuk selalu bersilaturahmi, dan jangan pernah menjadi kader yang abu-abu. Ssudah menjadi keharusan sebagai kader Pasiban untuk memenangkan DR. H. Sa’duddin, MM menjadi Bupati Bekasi untuk kedua kalinya,” ujarnya penuh semangat.


Dikatakannya, sesuai dengan amanat raker dan musyawarah luar biasa keluarga besar Pasiban, sepakat untuk mengusung kader terbaiknya yaitu DR. H. Sa’duddin, MM untuk memimpin kembali Kabupaten Bekasi.


“Seluruh kader Pasiban baik tingkat kecamatan serta tingkat desa, harus merapatkan barisan guna mensosialisasikan kepada masyarakat tentang keberhasilan Bupati Sa’duddin dalam memimpin kabupaten Bekasi,” tukasnya.


Di tempat yang sama, Ketua Umum Pasiban DR. H. Sa’duddin, MM mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader pasiban yang selalu semangat dalam bekerja demi kemenangan kader terbaiknya.


“Perbanyaklah berbuat kebaikan, jangan pernah kita menjelekkan orang lain. Yang terpenting perbanyaklah berbuat kebaikan, insya Allah dengan Izin Allah, Sa’duddin akan memimpin kembali Kabupaten Bekasi,” ujar suami Cucu Sugiarti Sa’duddin ini.


Ditambahkannya, dalam pilkada kali ini kita harus terus berjuang dan perbanyak berbuat kebajikan. Jangan pernah kita menjelekkan calon yang lain, semangat dan motivasi harus ada pada seluruh kader Pasiban, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin.


“Yang terpenting kita berdo’a dan bekerja penuh semangat, insya Allah apa yang kita harapkan dapat terwujud dan menjadi kenyataan,” pungkasnya. [ks-01]

Mantan Perangkat Desa Digerakkan

SMS, Tambun Selatan - Ikatan Purna Bakti Pemerintahan Desa dan kelurahan (IPBPDK) semakin serius memberikan dukungan ke pasangan Sa’duddin Jamal (SAJA). Mereka pun sudah memiliki strategi tersendiri untuk memenangkan pasangan SAJA. Diantaranya strategi yang bakal dilakukannya dengan mengumpulkan mantan Kadus, RT, RW sampai mantan hansip dan tokoh masyarakat yang ada di tingkat desa.


Ketua IPBPDK Marsan Nuryadin mengungkapkan selama ini mantan Kadus, RT, RW sampai Hansip tidak ada yang menggarapnya. Karena para mantan kepala desa mendukung pasangan tertentu kumpulan mantan RT RW dan Hansip pun mulai dikordinir. Ini semua dilakukan demi suksesi pasangan SAJA.


”Mereka ini sebenarnya memiliki potensi, makanya kami ajak untuk sama-sama mendukung SAJA,” beber Marsan.


Selain itu kumpulan mantan Kades ini juga menekankan kepada pasangan SAJA jika kelak terpilih menjadi bupati. Marsan menegaskan supaya sektor infrastruktur yang ada di wilayah pedesaan lebih diperhatikan lagi. Selama ini menurutnya infrastruktur memang sudah cukup memadai. Namun masih ada sebagian yang belum tersentuh. Ia berharap di kepemimpinannya yang ke dua kalinya nanti tidak ada lagi jalan berkubang du pedesaan.


”Semuanya memang bertahap, mudah-mudahan aja nanti jika beliau memimpin lagi bisa dilanjutkan,” ungkapnya.


Hal yang cukup penting ditingkat desa menurut Marsan perhatian di bidang infrastruktur dan perlindungan bagi para petani. Selama ini jelasnya perlindungan bagi petani terkait hasil pertanian sangat minim. Inilah yang diperlukan supaya para petani yang ada bisa sejahtera dan mandiri.


”Perhatian bagi petani sangat penting. Jangan sampai petani yang nasibnya sudah susah ini dibiarkan begitu saja tanpa adanya kebijakan yang berpihak,” beber mantan kades Lambang Sari tersebut.


Dengan begitu ekonomi kerakyatan menjadi kebutuhan tersendiri. Koperasi yang sebelumnya pernah berjaya diharapkan bisa difungsikan kembali untuk menopang kebutuhan petani terkait masalah pertanian.


”Jangan sampai petani mahal membeli obat-obatan untuk pertanian tapi saat panen hasilnya panennya tidak laku dijual,” paparnya.


dengan konsep seperti ini ia berharap pasangan SAJA mau memperhatikannya. Nantinya jika memang terpilih dukungan yang diberikan tidak sia-sia dengan harapan masyarakat di tingkat bawah mendapatkan kesejahteraan.


”Harapannya masyarakat di lapisan paling bawah ini bisa merasakan kesejahteraan yang dihasilkan dari kekayaan wilayah ini,” tukasnya. (dit)

KAMPUS Pilih Gerak Bawah Tanah

SMS, Tambun Selatan - Koalisi Masyarakat Pendukung Sa’duddin (KAMPUS) mengklaim tidak bubar. Koalisi yang dulunya merupakan tim sukses utama Sa’duddin ini dikabarkan bubar. Namun KAMPUS yang notabene gabungan ormas dan LSM sampai sekarang masih eksis. Kini KAMPUS menggarap masyarakat dengan segmen tertentu. Gerakannya pun memilih dengan cara gerakan bawah tanah tidak seperti pendukung pasangan SAJA yang lainnya.


Kordinator KAMPUS Erman Ahmad menjelaskan kalau KAMPUS geraknya dalam rangka mensukseskan pencalonan pasangan SAJA berbeda dengan cara pada pemilu sebelumnya. dulu jelas Erman KAMPUS membuat instrument mulai dari tingkat Kecamatan sampai Desa. Selain itu di setiap masing-masing kecamatan juga ada perwakilan pengurusnya.


“Kami geraknya di bawah tanah. Kalau geraknya sama seperti dulu ga bakalan terkejar karena waktu yang semakin mepet,” jelas Erman.


Ia tidak menampik kalau persiapan KAMPUS untuk mensukseskan pasangan SAJA terkesan dadakan. Sebab KAMPUS ini merupakan gabungan LSM dan ormas. Masing-masing LSM dan ormas ini saling curiga antara satu sama lain. Sebab yang diuntungkan di KAMPUS hanya segelintir orang. Padahal saat berjuang untuk kemenangan SAJA pada pemilu 2007 merupakan tim kolektif. Namun yang menikmati sampai sekarang hanya segelintir orang.


”Terus terang kami kesulitan untuk menyatukan LSM dan ormas yang pernah gabung, wajar saja kalau mereka saling curiga satu sama lain emang kondisinya seperti itu,” tambahnya.


Karena tidak lagi bisa disatukan ormas yang awalnya gabung di KAMPUS ini pecah. Salah satunya muncul Tim Independen Pendukung Sa’duddin (TIPS). Walau terpecah belah namun Erman merasa bersyukur. Sebab tujuan mereka masih tetap sama memenangkan pasangan SAJA. Tentunya ini menjadi keuntungan tersendiri bagi pasangan SAJA.


”Biarin aja walau pecah tujuannya kan tetap sama, memenangkan SAJA,” tuturnya.


Erman sendiri membeberkan sampai saat ini tidak ada yang berani menggunakan nama KAMPUS. Sebab yang pertama kali mencetuskan nama itu awalnya hanya dia. Selaku inisiator, Erman tentunya akan melakukan tindakan tertentu jika ada yang menggunakan nama KAMPUS tanpa kordinasi terlebih dahulu.


”Makanya ga ada yang bawa nama KAMPUS kan inisiatornya saya. Kalau saya ga gerak ya ga ada,” imbuhnya.


Karena geraknya tidak terlalu vulgar, KAMPUS hanya mentargetkan sekitar 15 ribu suara. Namun sangat disayangkan KAMPUS tidak membeberkan pangsa pasar yang dibidik untuk mendulang suara bagi pasangan SAJA.


”Strategi kalau dibeberkan nanti dipakai orang lain. Nanti kalau sudah menang strateginya dijelaskan,” tukasnya. (dit)

DPC PPP Tegaskan Kadernya Komunikasi Lintas Partai Pendukung SAJA

SMS, Cikarang Barat - DPC PPP menegaskan kepada seluruh PAC yang ada di Kabupaten Bekasi supaya meningkatkan komunikasi lintar kader partai pengusung pasangan SAJA. Langkah ini dinilai sangat perlu untuk menyambung kepentingan bersama untuk memenangkan pasangan SAJA. Jangan sampai nantinya kader lintas partai pendukung SAJA tidak ada komunikasi dan berjalan sendiri-sendiri.


”Komunikasi ini sangat perlu dan harus dilakukan semua kader untuk sama-sama menjalankan tugas di pemilukada ini,” beber sekretaris umum DPC PPP Nurhamdani.


Ia menjelaskan kasus yang terjadi di PAC Tambun Selatan dan Kedung Waringin dengan tidak berjalannya komunikasi kader lintas partai semestinya menjadi pembelajaran bagi partai pengusung pasangan SAJA. Dan ini jelas Nurhamdani tidak perlu terulang lagi.


”Kemarin ada PAC Tambun Selatan dan Kedung Waringan yang mencoba komunikasi dengan DPC PKS tapi ga nyambung,” tambahnya.


Menurut Nurhamdani komunikasi antara PAC dan DPC ini semestinya sudah tidak ada kendala lagi. Sebab jika sampai masih terkendala seperti ini dikawatirkan yang akan rugi dan terkena dampaknya pasangan SAJA itu sendiri. Jangan sampai nantinya partai pengusung ini bekerja sendiri tanpa ada komunikasi yang jelas dari para kader yang ada.


”Inikan koalisi harusnya bisa berjalan bersama. Nanti kalau berjalan masing-masing mudah dikalahkan lawan,” bebernya.


Ia juga menjelaskan antara kader PPP dan PKS semuanya sama. Tidak ada lagi pembeda. Sebab yang diusung merupakan calon yang sama. Jangan sampai karena PPP hanya mendukung lantas diabaikan begitu saja.


”Inginnya bekerja sama. Duduk sama rendah berdiri sama tinggi. Sama-sama satu tujuan,” ujar lelaki berkumis tipis tersebut.


Walau sempat terjadi miss komunikasi namun Nurhamdani menampik kalau konsolidasi tingkat bawah tidak berjalan. Ia menegaskan konsolidasi di DPC PPP untuk memenangkan pasangan SAJA berjalan cukup lancar. Kesalahan yang ada di dua PAC tersebut tidak bisa dijadikan patokan kalau konsolidasi tidak sempurna.


”Ini hanya miss komunikasi saja. Soal konsolidasi semuanya sudah berjalan,” tukasnya.(dit)

Misteri Dibalik Nomor 2 Pasangan SAJA

Filosofis Nomor 2


SMS, Cikarang Selatan - Bagi sebagian orang, mendapatkan nomor urut adalah hal biasa. Terlebih nomor tersebut diperoleh lewat diundi. Namun, hal berbeda manakala nomor tersebut diperoleh sesuai dengan keinginan orang yang meminta. Apalagi nomor tersebut adalah nomor keberuntungan yang diperoleh lewat berdoa dalam sholat malam atau qiyamullail.


Istimewanya, nomor 2 yang diperolah pasangan Sa’duddin dan Jamalullail Yunus (SAJA) yanag ikut menjadi kontestan Pemilukada Kabupaten Bekasi tahun 2012 mendatang, adalah hasil mimipi ulama sekaligus senior Jamalullail.


Bukan mustahil, mimpi ulama tersebut adalah mimpi pertanda baik pasangan SAJA. Mimpi yang menjadi kenyataan untuk memimpin Kabupaten Bekasi untuk kedua kalinya. Bahkan, Ketua DPD PKS Kabupaten Bekasi, Mohammad Nuh, menyatakan filosofi nomor 2 adalah filosofis ketenangan, keseimbangan dan kematangan dalam memenangkan persaingan kursi panas bupati.


“Buat Tim Sukses SAJA, nomor berapapun tidak masalah. Secara tim kita sudah siap menang dan sudah punya jurus jitu untuk meraih suara. Nomor 2 adalah nomor berkah. Berada  ditengah, posisinya sangat seimbang, akan mengakomodir semua kepentingan dan juga memudahkan masyarakat,” ungkap pria berjenggot tipis ini.


Ia juga menganalogikan, posisi ditengah adalah posisi sebaik-baik tempat dan sebaik-baik menyelesaikan masalah. Hal itu sesuai dengan Hadits Nabi SAW yang menyatakan sebaik-baik urusan atau persolan adalah yang ditengah-tengah,“khoirul umuur ausatuha”.


“Alhamdulillah, dapat nomor 2 seperti mimpi para ulama di Bekasi. Bukan hanya satu ulama yang menyatakan hal itu. Dari seniornya DR. Jamal juga seperti Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) mengatakan demikian. Kita berharap Bupati Sa’duddin akan ditakdirkan yang kedua kalinya untuk memimpindan melayani masyarakat Kabupaten Bekasi, agar pekerjaan rumah (PR) di Kabupaten Bekasi bisa diselesaikan dan segera memperbaiki kekurangan yang ada,” beber mantan Anggota DPRD Provinsi Jabar Dapil Cirebon ini.


Terpisah, Bupati incumbent Sa’duddin yang mendapatkan nomor urut dua  mengaku sangat  senang dan bahagia. Ia mengaku senantiasa memanjatkan doa dan sujud syukur atas apa yang telah diraihnya.


Menurutnya, nomor urut dua juga bisa diartikan sebagai isyarat kuat untuk kembali memimpin Kabupaten Bekasi yang kedua kalinya atau melanjutkan pembangunan untuk periode yang kedua kali.


“Secara umum, pasangan SAJA siap di nomor urut berapapun. Pemilukada bukan untuk pemenangan nomor urut atau pemenangan undian. Namun pemenangan bagaimana meraih simpati dan suara masyarakat sebesar-besarnya untuk menggapai amanah yang lebih besar, yaitu memajukan Kabupaten Bekais yang kita cintai,” ujar pria yang juga mantan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi ini.


Ia berharap, dengan nomor 2 menjadi isyarat kuat, apalagi berdasarkan hasil qiyamullail merupakan pertanda keberhasilan meraih cita-cita partai, pendukung serta masyarakat Kabupaten Bekasi yang menginginkan ia kembali duduk menjadi orang nomor satu di Kabupaten Bekasi.


“Kita berharap, isyarat nomor 2 ini adalah isyarat kuat untuk kedua kalinya memimpin Kabupaten Bekasi tercinta ini, sesuai mimpi Alim Ulama yang arif dan dekat dengan Allah SWT Sang Pengatur Segalanya,” ucapnya dengan penuh santun dan optimis. [tata]

Tentukan Nomor Urut, KPU Gelar Pleno Terbuka

[caption id="attachment_389" align="alignright" width="199" caption="Cabup dan Cawabup yang diusung PKS, PPP dan PKB mendapat nomor urut dua dalam pengundian nomor urut yang digelar pada rapat pleno terbuka KPUD Kabupaten Bekasi, di Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang, Kamis (22/12)."]Sa'duddin dan Jamalullail[/caption]

SMS, Cikarang Selatan - Setelah melalui proses pendaftaran pada 24 November lalu, kini giliran KPU Kabupaten Bekasi menentukan nomor urut kandidat pasangan calon bupati dan wakil bupati. Penetapan nomor urut tersebut dilakukan melalui rapat pleno terbuka di Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang, Kamis (22/12).


Disaksikan unsur muspida, tokoh masyarakat, serta tim sukses pasangan calon bupati dan wakil bupati, tampak penuh sesak memadati aula hotel. Pasangan Darip Mulyana dan Jejen Sayuti datang lebih awal, sekitar pukul 08:30 WIB. Mereka berdua terlihat tenang dikawal pendukungnya yang mengenakan seragam tim sukses berwarna merah. Darip berbusana muslim warna putih tanpa kerah.


Duduk di sampingnya Jejen Sayuti, mengenakan pakaian merah lengan panjang terlihat kontras sekali. Satu jam kemudian, disusul Neneng Hasanah Yasin yang mengenakan setelan jas warna abu-abu dan celana panjang warna hitam, dihias kerudung lepas di wajahnya.


Ikut di belakangnya, Rohim Mintaredja berpakaian resmi. Setelan jas warna hitam seragam, dengan baju lengan panjang warna putih di dalamnya. Terakhir, pasangan Sa’duddin dan Jamalullail Yunus masuk ruangan dikawal tim sukses, datang dengan pakaian seragam. Busana muslim warna putih, serta syal kecil bermotifkan ala timur tengah menggantung di lehernya.


Disampaikan Ketua KPUD Adi Susila, ketiga pasangan yang akan bertarung yaitu SAJA, NERO dan DAHSYAT telah dinyatakan lulus dan memenuhi syarat.


“Semua pasangan dinyatakan lulus, dan memenuhi syarat. Sehat jasmani dan rohani,” kata Ketua KPUD Kabupaten Bekasi Adi Susila, saat membuka kegiatan tersebut.


Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 10:30 WIB, dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya diikuti peserta yang hadir. Sambutan pertama diberikan oleh Adi Susila, dilanjutkan dari Panwaslu yang diwakili Ratna Madurani. Kemudian sambutan dari KPUD Jawa Barat Sanusi, Kapolres Bekasi Kombes Wahyu Hadiningrat dan terakhir sambutan dari Dandim 0507/Bekasi Letkol. Dedi  Nurhadiman.


“Di beberapa wilayah banyak terjadi kekisruhan dalam proses pilkada, marilah kita jaga suasana Bekasi agar kondusif dengan proses pilkada yang fair,” pesan Wahyu, saat itu.


Usai mendengarkan sambutan-sambutan, proses penetapan nomor urut dimulai dengan pemanggilan calon wakil bupati untuk maju kedepan. Mereka mengambil nomor pemanggilan yang disediakan dalam kotak kaca oleh KPU.


Calon wakil bupati dipanggil berdasarkan nomor urut pendaftaran pada 24 November lalu, yakni SAJA, NERO, dan terakhir DAHSYAT. Masing-masing calon wakil bupati memberikan nomor urut pemanggilan kepada calon bupati pasangannya.


Giliran penentuan nomor urut sempat terjadi interupsi yang dilakukan oleh ketua tim sukses NERO, Mustakim. Dia meminta agar penentuan tidak dilakukan dengan mencoblos balon.


“Bukan su’udzon, tapi akan lebih fair jika calon bupati mengambilnya dari dalam kotak. Karena jika mencoblos balon, takutnya balon itu sudah ditandai,” kata pria yang juga Ketua DPRD itu.


Interupsi diterima. Akhirnya cara pencoblosan diubah dengan mengambil langsung dari dalam kotak, oleh masing-masing calon bupati. Pengambilan dilakukan bergantian sesuai dengan nomor urut pemanggilan yang sebelumnya diambil oleh calon wakil bupati.


Setelah semua mengambil, kertas kecil persegi empat tersebut dibuka bersama-sama, disaksikan semua yang hadir. Pasangan NERO nomor satu, SAJA nomor dua dan DAHSYAT mendapat nomor tiga.


Sementara itu,  Ketua KPU Provinsi Jawa Barat Prof. DR. Sanusi Uwes, berharap agar Pilkada Kabupaten Bekasi  yang akan berlangsung 11 Maret 2012 mendatang dapat berjalan dengan baik serta sukses. Untuk itu dibutuhkan kondisi yang lebih kondusif.


Dikatakan, pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Bekasi adalah bagian dari pelaksanaan salah satu ayat UUD 1945, yakni menyelenggarakan pemilihan bupati.


“Kita sudah tahu calon bupati memenuhi persyaratan yang sesuai persyaratan yang kita sepakati, maka siapapun yang terpilih adalah dari putra Bekasi,” kata Ketua KPU Jawa Barat.


Menurutnya, sekarang tinggal masyarakat yang memilih secara jernih diantara tiga pasangan tersebut yang bisa membangun Bekasi. Mereka  semua memenuhi persyaratan. Hanya ia berharap dalam proses  pilkada tersebut masing-masing pasangan meninggalkan politik uang.


“Jangan sampai ada uang sepersenpun untuk membeli suara. Kalau ada pembatalan hasil pilkada itu akan memboroskan uang negara. Jika pelaksanaan pilkada berjalan bersih, tidak ada politik uang kita akan mendapat pemimpin yang baik,” pungkasnya. [tata/Ks 02]

Kemenangan SAJA = Kemenangan Umat Islam Kabupaten Bekasi

SMS, Sukakarya - Kemenangan calon bupati dan wakil bupati dari pasangan Sa’duddin-Jamal (SAJA), pada dasarnya adalah kemenangan masyarakat dan umat Islam Kabupaten Bekasi secara umum. Demikian dikatakan Ketua Solidaritas Islam Jawara Bekasi (SIJAB), disela-sela acara silaturahmi kepada masyarakat Desa Sukakarsa, Kecamatan Sukakarya, Rabu (14/12).


Menurutnya, dengan bergabungnya partai-partai besar Islam di Kabupaten Bekasi untuk kembali memberikan amanah kepada Bupati Sa’duddin, untuk melanjutkan pembangunan menuju kebangkitan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bekasi, itu artinya sebuah bukti kemenangan umat Islam khususnya dan masyarakat Kabupaten Bekasi umumnya.


“Di Indonesia, mungkin baru di Kabupaten Bekasi ini partai Islam bersatu. Dengan bergabungnya ketiga partai besar Islam ini menunjukkan sebuah sinyal bahwa umat Islam di Kabupaten Bekasi akan bangkit,” kata Damin berapi-api.


Dikatakannya, dengan bergabungnya ketiga partai Islam, yakni PKS, PPP dan PKB untuk mendukung pasangan SAJA, diyakini akan membawa kebangkitan umat Islam dan masyarakat Kabupaten Bekasi. Hal itu lantaran kinerja dan pengalaman Sa’duddin selama menjadi Ketua DPRD dan Bupati Bekasi, yang menurut pandangan masyarakat telah berhasil membawa perubahan.


“Untuk memimpin daerah sekelas Kabupaten Bekasi, diperlukan orang-orang yang berpengalaman. Bupati Sa’duddin sudah teruji dan terbukti selama lima tahun memimpin perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) naik 100% bahkan lebih. Tahun 2007 APBD Kabupaten Bekasi 1,3 Trilyun, sekarang sudah mencapai 2,7 Trilyun,” bebernya.


Masih kata dia, Kabupaten Bekasi yang kaya akan sumber daya alam (SDA) sangat tidak layak kalau dikelola oleh orang-orang yang belum berpengalaman dan kejujurannya masih diragukan.


“Mengelola sebuah daerah dengan kekayaan alam yang berlimpah itu tidaklah mudah, diperlukan jiwa-jiwa yang jujur dan tentunya dengan segudang pengalaman,” tukasnya.Ditambahkan Damin, dengan kemenangan pasangan SAJA diharapkan Kabupaten Bekasi akan menjadi permata dan mutiara di Jawa Barat dan cikal bakal menjadi rahmatan lil alamin di dunia. [man]

Mau Dibawa Kemana Suara IKAA?

SMS, Babelan - Penasehat tim pemenangan pemilukada PKS Syamsul Falah tidak serta merta membawa gerbong Ikatan Abituren Attaqwa (IKAA) mendukung pasangan SAJA. Syamsul beralasan IKAA merupakan organisasi yang memiliki AD ART. Selain itu IKAA juga berdiri di atas semua golongan. Secara pribadi anggota boleh memilih siapa saja.


”Paling memberikan semacam saran, pilihan untuk Kabupaten Bekasi kemana. Tidak secara kelembagaan mendukung. Kawatirnya nanti IKAA malah pecah belah,” jelas Syamsul Falah.


Syamsul Falah menegaskan secara pribadi tentu mendahulukan haknya sebagai anggota PKS. Namun karena anggota IKAA beragam, ada PKS, PAN dan Golkar. Sehingga tidak mungkin bisa diarahkan ke  PKS semua. Tetapi jelas Syamsul kewajiban organisasi memberikan pencerahan kepada keluarga besar IKAA dari visi misi dan track record para kandidat.


”Harus jelas visi misinya akan dibawa kemana Bekasi lima tahun ke depan. Track record pasangan juga harus dilihat,” tambah politisi PKS ini.


Menurutnya track record dan visi misi ini mejadi satu bagian yang tidak bisa dipisahkan. Para kandidat harus bisa menyakinkan  yang mau dicapai lima tahun kedepan. Sebagai pengurus DPD PKS, Syamsul juga tidak memungkiri kecenderungan mengarahkan IKAA ke pasangan SAJA. Akan tetapi ia tidak mau membawa organisasi dengan kepentingan pribadi tanpa ada argumen yang jelas.


”Bisa-bisa saja dibawa ke SAJA, tapi harus bisa  berargumen tanpa mengabaikan argumen kawan-kawan yang berada di pasangan lain,” ucapnya.


Selain itu IKAA juga menentukan beberapa variabel untuk menentukan pilihan. Di antaranya komitmen para kandidat untuk memajukan Bekasi. Yang tidak kalah pentingnya menurut Syamsul kepedulian terhadap Attaqwa jika memang berhasil menjadi pemenang di pemilukada nanti dengan menerapkan nilai-nilai yang diajarkan KH. Noer Ali. Siapapun kandidat yang mampu menerapkan itu semua bakal didukung oleh IKAA.


”Kita punya variabel-variabel tertentu, inilah yang nantinya bakal dijadikan tolok ukur untuk menentukan siapa yang bakal dipilih secara kelembagaan,” ungkapnya.


Dilihat dari kedekatan emosional jelas Syamsul Sa’duddinlah yang memiliki hubungan terdekat. Sebab ia pernah menjadi santri di attaqwa. Namun itu apakah Sa’duddin mampu menjalankan amanah nilai-nilai luhur yang diajarkan KH. Noer Ali. Jika memang sanggup tentu akan mengarah ke Sa’duddin.


”Alumni attqwa salah satu variabel untuk memilih. Tapi bukan satu-satunya. Variabel lain belum kita analisa,” tukasnya.


Hal serupa juga diungkapkan Sekjend IKAA Muhtadi Muntaha, yang mengharapkan suara IKAA diarahkan ke calon bupati yang mau menerapkan ajaran yang disampaikan KH. Noer Ali. Menurutnya sangat ideal jika ribuan anggota IKAA memilih cabup dan cawabup yang peduli degan warga miskin dan memiliki kesalehan secara pribadi dan sosial.


”Tentu kami akan memilih calon yang bisa mengaplikasikan ajaran yang disampaikan pak kiai,” tutur mantan ketua pelajar Indonesia di Damaskus Suriah tersebut. [pret]

PPP Siap Jalankan Tugas

SMS, Tambun Selatan - Partai Persatuan Pembangunan siap menjalankan tugas yang diberikan untuk memenangkan pasangan SAJA. Jika memang PPP ditugaskan untuk menggarap wilayah Selatan tidak ada masalah. Sebab PPP sudah menjalin komitmen dengan PKS untuk sama-sama mengusung SAJA. Apalagi PPP di Selatan cukup memiliki basis massa yang kuat.


Ketua DPC PPP Asep Jamaludin menegaskan pihaknya tidak ada masalah jika memang ada pembagian wilayah terkait penjaringan suara. Menurutnya adanya pembagian wilayah untuk menjaring massa merupakan langkah yang cukup strategis. Sebab masing-masing partai memiliki kekurangan dan kelebihan. Nantinya jika strategi ini berjalan lancar akan saling menutupi kekurangan masing-masing partai.


”Bagi kami ga ada masalah jika da tugas pembagian wilayah untuk menjaring suara. Yang terpenting bagaimana pasangan SAJA ini menang,” jelas Asep.


Untuk PPP sendiri memiliki basis massa yang cukup kuat di wilayah Selatan Bekasi. Menurutnya jika penggarapan massa difokuskan pada titik ini kemungkinan besar akan bisa mendongkrak perolehan suara pasangan SAJA. Ini menjadi kelebihan tersendiri partai koalisi untuk memenangkan pemilihan kepada daerah kali ini.


”Kami memiliki massa yang cukup solid di wilayah selatan, jadinya harus diberdayakan,” ucapnya.


Ungkapan Asep tersebut tidak hanya omong kosong belaka. Hal ini dibuktikan dengan adanya wakil rakyat yang duduk di DPRD Kabupaten Bekasi berasal dari dapil satu yang meliputi wilayah selatan. Sementara Asep sendiri berasal dari dapil tiga yang meliputi wilayah tengah, Cikarang Barat dan Cibitung.


”Kami ada modal, ada anggota dewan dari dapil satu, Cecep Noor. Tentunya massanya tidak diragukan lagi,” ungkapnya.


Modal inilah yang dijadikan patokan oleh Jamaludin yakin bisa menggarap wilayah Selatan. Walau diakuinya di wilayah ini menjadi basis kandidat lainnya, Jejen Sayuti dan Rohim Mintaredja. Namun Asep tidak mempermasalahkannya, yang terpenting bagaimana membuat strategi untuk mendapatkan simpati masyarakat.


”Sudah sewajarnya bersaing dengan tim dari kandidat lainnya, jika tidak bersaing bukan pilkada namanya,” imbuhnya sembari tertawa. [pret]

PKS Siap Datangkan Tokoh Nasional

 

hidayat nur wahidSMS, Cikarang Pusat - DPD PKS bakal datangkan tokoh nasional untuk mendongkrak perolehan suara di pemilukada nanti. Setidaknya nama mantan ketua MPR, Hidayat Nurwahid dan sekjen DPP PKS, Anis Matta digadang-gadang untuk memberikan semangat para calon pemilih. Selain itu ketua bidang humas DPP PKS Mardani juga siap untuk didatangkan.


Humas DPD PKS Zaenudhin mengaskan mendatangkan tokoh ini semata-mata untuk memberikan semangat para calon pemilih. Selain itu juga untuk mengarahkan para calon pemilih supaya bisa menentukan calon pilihannya setelah melihat tokoh nasional yang setidaknya banyak dikenal masyarakat luas.


”Kalau ada yang lebih mengenal pak Hidayat mungkin mereka nantinya bakal mengerti kalau pak Hidayat itu PKS,” jelas Zaenudhin.


Menurutnya mendatangkan tokoh nasional ini sangat penting karena menjadi figur para calon pemilih. Zaenudhin pun sengaja memilih Hidayat Nurwahid karena lebih banyak dikenal banyak kalangan. Ia pun berharap dengan mendatangkan tokoh nasional ini bisa mendongkrak suara yang ada.


”Setidaknya bisa mendulang perolehan suara. Itu yang kami maksudkan mendatangkan tokoh nasional,” papar lelaki yang juga anggota DPRD tersebut.


Ia juga meminta supaya partai koalisi PKB dan PPP juga turut mendatangkan tokoh nasional. Sebab mereka sama-sama mengusung pasangan Sa’duddin Jamalullail (SAJA) untuk memenangkan pemilukada ini. Jika partai koalisi mendatangkan tokoh nasional tentunya akan turut mendongkrak perolehan suara SAJA. Sebab di setiap kader partai masing-masing tentunya bakal mengikuti arahan dari atasannya.


”Kami akan kordinasi dengan PPP dan PKB supaya sama-sama mendatangkan tokoh nasional,” bebernya.


Sementara ketika disinggung mengenai nomor urut, Zaenudhin lebih memilih nomor urut satu. Menurutnya nomor urut satu mencerminkan calon yang diusungnya, incumbent. Untuk mensosialisasikannya juga relatif lebih mudah.


”Pilih nomor satu kalau memang bisa memilih nomor urut. Lebih mudah aja incumbent,” tukasnya. [pret]

PKS Bakal Manfaatkan Kantor Partai Koalisi

SMS, Tambun Selatan - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bakal mengoptimalkan kantor DPD ataupun DPC partai koalisi. Kantor partai koalisi, DPC PKB dan PPP ini nantinya akan digunakan sebagai secretariat bersama untuk memenangkan pasangan Sa’duddin Jamalullail Yunus (SAJA) yang mereka usung. Langkah ini dinilai cukup efektif dari pada membentuk satu posko pemenangan.


Ketua Bidang Pemenangan Pemilukada (Bapilukada) PKS Faisal Hafan Farid menegaskan tim pemenangan SAJA tidak akan focus pada satu titik posko. Menurutnya jika hanya membentuk satu posko pemenangan pemilukada nantinya akan monoton. Untuk menghindarinya setiap partai koalisi kantornya dijadikan posko pemenangan pemilukada.


“Kalau hanya satu posko nantinya hanya ada satu model taktik, kalau semuanya dijadikan secretariat bersama akan banyak variasi,” ucap Faisal.


Faisal juga menjelaskan dengan adanya tiga secretariat bersama kordinasinya akan berputar dan tidak satu titik. Selain itu juga semua partai koalisi bisa bekerja semua dan tidak saling mengandalkan. Sebab adanya koalisi harus bisa bekerja bersama untuk sama-sama mengantarkan calon yang diusung supaya bisa menang.


”Semuanya harus bekerja, ga bisa saling mengandalkan. Setelah masuk koalisi inikan jadi calon bersama, bukan hanya calon PKS saja,” tambah lelaki berkacamata tersebut.


Ia juga meminta supaya seluruh kader yang ada di partai koalisi bisa aktif semuanya. Untuk mendapatkan persepsi yang sama nantinya tim pemenangan bakal mengumpulkan seluruh pengurus partai baik dari PKS ataupun PKB dan PPP. Pertemuan ini nantinya akan membahas soal trik dan teknik yang ada di lapangan. Karena berlatar belakang cukup berbeda harus ada satu persepsi untuk mendapatkan hasil yang maksimal.


”Akan dikumpulkan semuanya seluruh pengurus baik tingkat Kabupaten, Kecamatan ataupun Desa. Ini semata-mata untuk menyamakan persepsi saat sama-sama terjun ke lapangan,” beber lelaki berjanggut tersebut.


Faisal pun berharap dengan adanya pembekalan nanti tugas yang diemban untuk memenangkan pasangan SAJA bisa lebih ringan. Apalagi jika roda koalisi bisa berjalan seirama tentunya niatan untuk memenangkan pilkada bisa lebih mudah.


”Seberat apapun kalau diemban bersama terasa ringan, inikan diusung tiga partai jadi kalau maksimal hasilnya juga akan memuaskan,” tegasnya. [pret]