Ali: Organisasi Sayap PKB Harus Dukung SAJA

Cikarang Pusat - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tegaskan supaya organisasi yang berada di bawah naungan partai berlambang bumi dikelilingi bintang ini turut mendukung pasangan SAJA. Walau koalisi hanya dengan PKB sebagai organisasi sayap sudah sepatutnya untuk mendukung. Selain itu PKB juga berharap warga NU bisa ikut turut menyalurkan suaranya ke pasangan SAJA. Walau secara lembaga NU netral setidaknya secara individu bisa berperan aktif.


Ketua DPC PKB yang juga ketua Bapilukada Ali bin Amin menyatakan sudah sepatutnya organisasi sayap mengikuti induknya. Menurutnya sudah sewajarnya organisasi sayap seperti Garda Bangsa dan Anshor juga turut serta memenangkan pasangan SAJA di pemilukada saat ini. Sebab PKB sendiri menjalankan instruksi dari DPP supaya berkoalisi dengan PKS.


“PKB menjalankan instruksi pusat untuk koalisi dengan PKS. Makanya kami minta supaya organisasi di bawah PKB juga ikut mendukung pasangan SAJA,” ungkapnya.


Dijelaskannya pertarungan pemilukada kali ini akan terasa berat. Sebab masing-masing kandidat diusung oleh partai besar. Ia pun mencontohkan pasangan NERO yang diusung tiga partai koalisi, Golkar, Demokrat dan PAN. Apalagi ditambah dengan sokongan dana penuh H. Yasin. Selain itu pasangan DAHSYAT juga tidak kalah kuatnya. PDIP dengan slogannya wong cilik mampu menimbulkan sentimen tersendiri untuk memenangkan pasangan yang diusung.


”Semua kandidat memiliki kans yang sama, ketiga-tiganya cukup kuat. Hanya strategi dan militansi yang bakal membedakannya,” tambah ketua Fraksi KGI tersebut.


Ia pun menyarankan supaya PKS benar-benar mengayomi partai koalisi. Sebab jika sampai PKS salah sedikit nantinya akan berakibat fatal. Karena jelas Ali pertarungan yang ada sama-sama didukung kekuatan yang seimbang. Kalau ada partai yang salah langkah dengen mengecewakan partai koalisi tentunya akan merubah peta politik yang ada.


”Kalau pak Sa'duddin ga hati-hati akan sangat bahaya. PKS harus bener-bener konsen serius mengayomi partai koalisinya. Karena partai koalisi sebagai pendukung dan siap bergerak. Apapun juga semua harus bener-bener bisa mengayomi,” ungkapnya.


Sementara untuk meraup suara, PKB sudah mengatur strategi tersendiri. PKB siap bekerja sama dengan PPP dengan konsen menggarap wilayah Selatan Kabupaten Bekasi. Namun sebagian kekuatan PKB akan dikonsentrasikan menjadi dua, wilayah Selatan dan Tengah Kabupaten Bekasi.


”Saya sudah berkordinasi dengan pak sekjen supaya membagi tugas antara wilayah Selatan dan Tengah seperti Cikarang Utara sesuai dengan dapil yang ada,” tukasnya. (pret)

Pembuat Spanduk Bukan Warga Nahdliyin

Pembuat Spanduk Bukan Warga Nahdliyin


SMS, CIkarang Utara - Pengurus PC NU Kabupaten Bekasi menegaskan Komunitas Muslim Kultural (KMK) yang menyebarkan spanduk propokatif bukan dari kalangan NU. Walau membawa istilah Nahdliyin bukan berarti berasal dari warga NU. Apalagi NU sudah menegaskan netral menghadapi pemilukada. Kalau sampai mendukung salah satu kandidat bakal terkena sanksi karena melanggar AD/ART.


"Insyaallah itu bukan warga NU. Cuman orang yang hendak membuat kekisruhan aja," jelas ketua PC NU Kabupaten Bekasi, Ahmad Gufron.


Menurutnya pemasangan spanduk yang dilakukan KMK hanya ingin merusak suasana menjelang pemilukada. Ia pun sangat menyayangkan adanya spanduk yang membawa nama Nahdliyin. Walaupun jelas Gufron Nahdliyin bukanlah NU. Akan tetapi istilah tersebut melekat sebagai sebutan warga NU.


"Sangat disayangkan adanya kalimat Nahdliyin. Itu seolah-olah warga NU yang membuatnya," bebernya.


Gufron menegaskan walau tidak menyebut kalimat NU tetap saja tudingan mengarah ke NU. Menurutnya tindakan seperti ini selain merugikan pihak yang dituduh juga merugikan lembaga terkait. Tentunya tindakan seperti ini patut ditindak supaya tidak terulang lagi.


"Ini jelas merugikan. Saat saya lihat spanduknya pun ngurut dada saya," ungkapnya.


Walau netral namun PC NU memiliki kewajiban ikut mensukseskan pemilukada. Menurutnya ini menjadi kewajiban sebagai warga negara. Jika sampai mincul kasus seperti ini sangat disayangkan. Dan itu harus segara ditangani oleh pihak yang berkompeten. Jangan sampai di ajang pemilukada ini dijadikan ajang sebagai adu domba dan saling menjatuhkan.


"Kami mintalah supaya bermain sportif dan ga saling adu domba," tegasnya.(pret)

NU Nilai Pasangan SAJA Paling Layak

SMS, Cikarang Utara - Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bekasi nilai incumbent merupakan kandidat terbaik di antara kandidat lainnya. Hal ini dilihat dari pemahaman keagamaan dan kinerja selama lima tahun yang sudah dilakukan. Bahkan NU sendiri menilai Sa’duddin cukup layak untuk memimpin Kabupaten Bekasi untuk periode kedua.


Sekretaris PC NU Kabupaten Bekasi Sholeh Jaelani menegaskan secara organisasi PC NU belum menentukan sikap. Namun PC NU menilai dari tiga kandidat yang ada, incumbentlah yang mendapatkan nilai positif di mata pengurus NU ini.


“Organisasi belum menentukan sikap. Hanya saja organisasi menilai siapa yang paling layak dan tepat untuk dipilih sebagai bupati mendatang,” jelas Sholeh.


Soleh juga menjelaskan walau Sa’duddin mendapatkan nilai cukup positif bukan berarti bebas dari kritikan. Ia menerangkan ada beberapa anggaran yang dinilai bocor oleh Sholeh, di antaranya pembangunan Islamic Centre dan BLK. Namun itu masih dianggap wajar karena incumbent juga manusia dan wajar jika ada kekurangan.


“Ada sedikit kesalahan yang patut diperbaiki. Jika dibandingkan calon lainnya dia cukup unggul,” beber lelaki yang tinggal di Cikarang Utara tersebut.


Disinggung mengenai dukungan ke pasangan Nenang Rohim Sholeh menampiknya. Ia mengaku hanya datang saat diundang deklarasi. Sementara dukungan secara resmi belum diarahkan ke salah satu pasangan. Hanya saja Sholeh memberikan sinyal kalau NU bakal mendukung pasangan SAJA. Hal ini terlihat dari penilian kandidat yang diberikannya.


”Enggak NU belum dukung siapa-siapa. Dulu Cuma datang aja ke delkarasi Neneng Rohim karena diundang,” kilahnya.


Untuk menyakinkan itu semua, Sholeh menegaskan kalau arah dukungan NU akan diputuskan bulan depan. Sebab jelas Sholeh NU perlu melihat visi-misi yang bakal disampaikan oleh para kandidat. Bahkan ia pun tidak segan-segan mengkritisi visi misi kandidat termasuk pasangan SAJA.


”NU akan tentukan sikap nanti setelah melihat visi misi. Adanya sanjungan berarti tidak harus mendukung. Tergantung visi misi yang disampaikan,” tegasnya.


Walau PKB sudah berkoalisi dengan PKS namun tidak berarti NU ikut mendukung. Menurut Sholeh antara PKB dan NU berbeda haluan. Ia menjelaskan PKB memang harus menentukan sikap jauh-jauh haris mengingat PKB merupakan partai politik. Sementara NU adalah ormas. Sholeh mengaku tidak mau ikkut-ikutan langsung mendukung tanpa mengkaji terlebih dahulu visi misi yang disampaikan kandidat.


”PKB jelas partai makanya harus menentukan sikap. Kalau NU masih menunggu sejauh mana visi misi itu bisa mengakomodir kepentingan warga,” tukasnya. [pret]