DMG Latih Kewirausahaan 400 Siswa Yapin 02

[caption id="attachment_424" align="aligncenter" width="448" caption="Sekitar 400 siswa dari kelas 2 dan 3 SMK Yayasan Pendidikan Islam Nurhidayah (Yapin) 02 Cikarang Barat, mengikuti pelatihan mental dan life skill bagi siswa seputar kewirausahaan di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Desa Telajung, Kecamatan Cikarang, Kamis (22/12)."]SMK Yayasan Pendidikan Islam Nurhidayah (Yapin) 02 Cikarang Barat[/caption]

SMS, Cikarang Barat - Sekitar 400 siswa dari  kelas 2 dan 3 SMK Yayasan  Pendidikan Islam Nurhidayah (Yapin) 02 Cikarang Barat, mengikuti pelatihan mental dan life skill bagi siswa seputar kewirausahaan di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Desa Telajung, Kecamatan Cikarang, Kamis (22/12).


Kegiatan yang digagas PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Dana Multi Guna (DMG) bekerjasama dengan Care For The Nation tersebut sengaja membidik siswa SMU atau sederajat agar bisa menjadi pengusaha muda.


“Tujuan pelatihan ini adalah mempersiapkan anak-anak agar menjadi pribadi mandiri, bermental juara yang siap menghadapi tantangan ke depan dan menjadi agen perubahan di lingkungannya,” ujar Direktur DMG, Riwandari Juniasti, di sela-sela kegiatan pelatihan tersebut.


Dikatakannya, dengan pelatihan tersebut diharapkan siswa mempunyai pola fikir yang berbeda. Mereka tidak lagi hanya berfikir menjadi karyawan tetapi berkeinginan menjadi seorang yang berwirausaha.


“Dengan mereka memiliki usaha, artinya membuka lowongan pekerjaan untuk masyarakat di sekitar mereka. Kita menjembatani hal tersebut dengan Care For The Nation dengan sekolahan yang ada di Kabupaten Bekasi,” tambahnya.


Selain itu, disampaikan wanita berambut sebahu ini, dari sekitar 400 siswa tersebut akan diseleksi menjadi 60 untuk kemudian diseleksi lagi menjadi 30 orang yang akan digembleng menjadi seorang wirausaha muda.


“Kita bukan hanya memberikan pelatihan dan bimbingan saja, melainkan memberikan bantuan yang diperlukan oleh siswa tersebut misalnya modal usaha. Dengan diberikan modal antara Rp 250-500 ribu, kita ingin melihat kreatifitas mereka mengelola uang tersebut. Di daerah lain banyak siswa dengan hanya modal Rp200 ribu sekarang bisa beromset Rp 4-6 Juta perbulan,” paparnya.


Ia juga menjelaskan, bila diantara 30 orang tersebut berhasil menjadi pengusaha akan mendapat kerjasama dengan BPR yang dikelolanya sehingga usahanya betul-betul terlatih sejak dini.


Sementara itu, Kepala SMK Yapin 02, Suminta, sangat terkesan dengan program tersebut. Ia berharap anak didiknya kelak tidak lagi bergantung untuk menjadi buruh batau karyawan di pabrik melainkan mempunyai jiwa entrepreneurship.


“Kegiatan ini sangat positif, kita meninginkan lulsan SMK kita ini menjadi problem solving bagi masyarakat di Kabupaten Bekasi, apalagi sampai bisa mempekerjakan orang-orang di sekelilingnya memang itu yang kita harapkan,” ujar pria yang juga Pengurus Karang Taruna Kecamatan Setu ini.


Program Champion Teens CARE for The Nation adalah program yang sudah dipersiapkan untuk membina 100 ribu siswa di 12 kota di seluruh Indonesia atau sekitar 25 angkatan akan selesai mengikuti kegiatan tersebut pada  tahun ini yang dikiuti oleh siswa  SMA, SMK, dan setara. [tata]

Pemkab Bekasi akan Bangun Politeknik Negeri

Muhtadi MuntahaSMS, Cikarang Pusat - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, berencana melaksanakan program Community College dengan mendirikan Politeknik Negeri pada 2012 mendatang, bekerjasama dengan Politeknik Negeri Bandung.


"Program Community Collage ini ditawarkan oleh Politeknik Bandung. Kita sudah dengar paparan konsepnya, dan menyambut baik program tersebut," ujar Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Bekasi, Muhtadi Muntaha, usai rapat dengan pihak Politeknik Bandung dan Dinas Pendidikan setempat di ruang rapat Komisi D, Rabu (21/12).


Muhtadi mengatakan, program tersebut diarahkan untuk mengurangi tingkat pengangguran dan peningkatan ekonomi di wilayah setempat. Politeknik tersebut nantinya akan ditekankan pada upaya peningkatan keterampilan dan kompetensi di bidang industri.


"Nanti akan kita petakan dulu kebutuhan SDM industri di Kabupaten Bekasi itu seperti apa, sehingga kurikulumnya akan disesuaikan," tukasnya.


Dikatakan Muhtadi, program Community College dengan pendirian Politeknik Negeri yang mengambil bidang studi industri merupakan sebuah solusi bagi pemenuhan kebutuhan pangsa pasar tenaga kerja di wilayah setempat. Apalagi, kata dia, di Kabupaten Bekasi terdapat ribuan perusahaan baik skala nasional maupun multinasional.


"Konsepnya adalah menyiapkan sumber daya manusia yang handal agar setelah lulus bisa langsung disalurkan ke dunia industri yang ada di Kabupaten Bekasi," ujarnya.


Ditambahkan Muhtadi, minimnya kualitas SDM lokal yang mampu bersaing di dunia industri selama ini memang menjadi persoalan. Terlebih dengan banyaknya SDM dari luar daerah yang membuat kompetisi semakin sulit.


"Dengan adanya Politeknik ini, paling tidak lulusan SMA/SMK di Kabupaten Bekasi tidak kebingungan mencari pekerjaan. Kita tidak mau menjadi penonton di daerah sendiri," ujarnya.


Selain bidang industri, tambahnya, Politeknik tersebut nantinya juga akan dikembangkan ke sektor pertanian dan migas. Sebab, kedua sektor tersebut memiliki potensi yang sangat tinggi di wilayah setempat.


"Komisi D mengimbau kepada Pemkab Bekasi agar segera memfasilitasi proses perizinan dan pembangunan Politeknik tersebut. Ini adalah kesempatan yang tidak bisa ditolak karena merupakan kebutuhan," demikian Muhtadi.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Rusdi M. Biomed, membuka program Diploma II dengan jurusan industri. Untuk awal, tambahnya, lokasinya akan menggunakan gedung SMK Negeri 2 Cikarang.


"Semua kurikulum dan materi pengajarnya nanti akan didatangkan dari Politeknik Bandung. Kabupaten Bekasi menyediakan tempat, mahasiswa dan membantu pembiayaan dari APBD," kata dia.


Rusdi mengatakan, pembahasan belum sampai detail tentang jumlah mahasiswa pada angkatan pertama tahun 2013 mendatang. Pihaknya akan melakukan kajian terlebih dahulu dan menyiapkan kebutuhan teknis lainnya.


"Nanti jika sudah siap pasti akan kita umumkan, diprioritaskan mahasiswanya adalah lulusan SMK/SMA di Kabupaten Bekasi," kata Rusdi. [tata/ant]

Lagi, Air Rob Tenggelamkan Ratusan Empang Muaragembong

Air Rob Tenggelamkan Ratusan Empang Muaragembong

SMS, Muaragembong - Lantaran air rob yang sangat besar dan tidak ada tanggul penahan air disisi pantai mengakibatkan ratusan rumah dan ribuan hektar tambak di lima kampung tenggelam. Kelima kampung tersebut yakni Muara pecah, Muara Mati, Muara Bendera, Beting dan Kampung Belukbuk.

Ketua RW 02 Kampung Beting, Saita (50), mengatakan banjir rob kali ini merupakan yang terbesar. Dikatakanya, biasanya banjir pasang laut hanya setinggi 30 CM namun banjir kali ini mencapai 50 CM lebih.

“Kalau tahun-tahun kemarin pasang laut hanya 30 CM, tapi sekarang sangat besar. Saya bersama warga sudah mengantisipasinya dengan membuat tanggul sementara dari karung-karung yang diisi dengan tanah, namun kenyataannya tidak kuat untuk menahan air pasang yang memang sangat tinggi,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, rob juga menggenangi tiga Gedung Sekolah Dasar, yakni SDN Pantai Bahagia 02, SDN Pantai Bahagia 03 serta SDN Pantai Bahagia 04.

“Dari tiga sekolah yang terendam SDN Pantai Bahagia 03 kampung Muarapecah dan SDN Bahagia 04 Kampung Beting dengan ketinggian Air mencapai 50 CM. Untuk sementara kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut dihentikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Pantai Bahagia 02, Muin, merasa sangat prihatin dengan kondisi pasang laut yang sangat besar banyak anak-anak yang tidak masuk sekolah dengan alasan akses jalannyanya yang terendam air pasang laut.

“Bahkan ada juga yang menggunakan perahu untuk bisa kesekolah itu, bagi rumahnya yang berada di pinggir pantai,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Desa Pantai Bahagia, Romli HS mengatakan akibat pasang laut yang sangat tinggi saat ini, banyak sarana prasarana yang rusak.

“Seperti sarana pendidikan, jalan, rumah-rumah warga dan tambak pun rusak. Bahkan, kerugianpun ditaksir bisa mencapai ratusan juta rupiah,” bebernya.

Ia berharap, pemerintah baik pusat maupun daerah dapat membantu menganggarkan pembangunan tanggul penahan air laut disisi pantai, agar banjir tidak lagi menggenangi Mauaragembong. [yom]

Sambut HAB ke-66, Kemenag Kabupaten Bekasi Gelar Porseni

[caption id="attachment_411" align="aligncenter" width="448" caption="Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bekasi, Jaja Jaelani, membuka Pekan Olahraga dan Seni (Porseni ) selama dua hari. Yaitu dari 21-22 Desember, diikuti 33 MTs se-wilayah Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Sukatani di halaman Kampus MTs Negeri Sukatani, Rabu (21/12)."]Jaja Jaelani[/caption]


SMS, Sukakarya - Dalam rangka menyambut Hari Amal Bhakti (HAB) Kementrian Agama ke-66, Kemenag Kabupaten Bekasi menggelar Pekan Olahraga dan Seni (Porseni ) selama dua hari. Yaitu  dari 21-22 Desember, dengan diikuti 33 MTs se-wilayah Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Sukatani.  Acara  tersebut digelar di halaman Kampus MTs  Negeri Sukatani dan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bekasi, Jaja Jaelani, Rabu (21/12).


Dikatakan Jaja Jaelani, tujuan kegiatan tersebut selain menyambut HAB Kemenag ke-66, juga  untuk mencari bibit-bibit di bidang seni dan olahraga. Untuk itu, momen tersebut agar dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan bakat siswa maupun siswi. Karena  menurutnya, hasil dari Porseni  ini, untuk juaranya akan dilombakan kembali di Porseni tingkat kabupaten.


“Kegiatan ini, diharapkan dapat dijadikan ajang untuk mengembangkan bibit-bibit di bidang seni dan olahraga di Kabupaten Bekasi. Untuk juara satu, nanti akan dilombakan lagi di tingkat kabupaten. Bila di tingkat kabupaten menjadi juara kembali, maka pada Juli 2012 mendatang, akan dikirim untuk mengikuti Porseni tingkat provinsi, yang digelar di Asrama Haji Pondokgede,”  ujarnya.


Untuk itu, ia berpesan agar siswa/siswi maupun dewan juri untuk selalu menjaga sportifitas dalam pertandingan maupun penilaian. Sehingga hasil dari pertandingan tersebut berdasarkan prestasi dan benar-benar layak untuk menjadi juara.


“Dalam pertandingan ini, diharapkan selalu menjaga sportifitas. Karena hasil dari Porseni ini, juaranya akan dilombakan lagi ke tingkat kabupaten. Jangan sampai karena muridnya yang bertanding sehingga tidak menjaga sportifitasnya dengan memenangkan muridnya walaupun dari segi prestasi tidak layak menjadi juara,” bebernya.


Sementara, Ketua Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Sukatani, Ropudin, mengatakan kegiatan tersebut untuk pertama kalinya digelar. Yakni diikuti 33 MTs dari  enam kecamatan yang tergabung dalam wilayah KKMTs Sukatani. Yaitu Kecamatan Sukatani, Sukakarya, Sukawangi, Tambelang, Cabangbungin dan Kecamatan Muaragembong.


“Pada Porseni kali ini, diikuti 1900 peserta dan 420 official dari 33 MTs se KKMTS Sukatani. Untuk olah raga yang dilombakan yaitu putsal, voli, tenis meja, bulutangkis dan atletik. Sedangkan untuk seni yaitu marawis, qosidah, MTQ dan pidato tiga bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Arab,”  bebernya.


Untuk lokasi pertandingan, menurut Ropiudin, disediakan beberapa lokasi, diantaranya di Kampus MTs Sukatani, MTs Darussaadah, MTs Daruttaqwin, MTs Alhusna Wajiyadah, halaman Mapolsek Sukatani dan GOR Bulutangkis PGRI.


“Untuk hadiahnya, kami menyediakan piagam dan piala.  Bagi yang juara selain mewakili KKMTs Sukatani ke tingkat kabupaten, pihak panitia juga memberikan uang pembinaan,” ungkapnya.


Ia berharap, dengan kegiatan seperti ini, para siswa MTs mampu menunjukkan prestasi di bidang olahraga dan seni. Selain itu dengan kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa percaya diri para siswa ntuk mengembangkan bakat-bakat yang terpendam, baik di bidang olahraga maupun seni.


“Walaupun kegiatan ini kali pertama digelar, pesertanya banyak sekali. Sehingga ini juga merupakan ajang silaturahmi dalam rangka menjaga uhkuwah islamiah diantara warga MTs. Kedepannya, ajang seperti ini akan terus dilanjutkan, untuk mengembangkan prestasi dari siswa dan siswi MTs menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya. [mar]

Iklim Investasi Sudah Baik, Tinggal Dipertahankan Saja

[caption id="attachment_402" align="aligncenter" width="448" caption="Direktur Utama Jababeka, Hyanto Wihadi"]Direktur Utama Jababeka, Hyanto Wihadi[/caption]

SMS, Cikarang Utara - Menurut Direktur Utama Jababeka, Hyanto Wihadi, hingar bingar pesta demokrasi Kabupaten Bekasi tetap dalam pengawasan pengusaha di Kabupaten Bekasi. Baginya, siapapun yang akan menjabat sebagai Bupati Bekasi periode 2012-2017 nanti, adalah sosok pemimpin yang harus senantiasa memperhatikan iklim investasi di Kabupaten Bekasi.


“Kondisi iklim investasi di Kabupaten Bekasi saat ini sudah baik. Tinggal bagaimana mengelolanya, melakukan terobosan-terobosan dengan memberikan insentif kepada investor yang akan menanamkan modalnya disini. Siapapun yang terpilih nanti harus memperhatika itu,”  ujar pria berkacamata tersebut.


Ia juga mengakui, kepemimpinan Bupati Sa’duddin selama ini cukup membawa angin segar dalam proses perkembangan kemajuan dunia usaha di Kabupaten Bekasi, terutama dalam mendatangkan investor dari luar negeri.


“Tinggal dipertahankan saja, kalaupun mau diberikan pembinaan adalah usur-unsur masyarakat seperti ormas atau paguyuban yang sering bentrok memperebutkan limbah. Ini harus diberikan pengetahuan dan wawasan yang baik serta pengaturan  yang adil sehingga tidak mengakibatkan  bentrok,” tambahnya.


Selain itu, ia juga meminta kepada pemerintah daerah agar membuat terobosan atau memberikan insentif dalam berbagai pelayanan yang berhubungan dengan iklim usaha seperti perizinan atau retribusi.


“Banyak hal terobosan yang bisa diberikan kepada dunia usaha, kemudahan dan kecepatan pelayanan perizinan itu menjadi modal utama dan  harus ditingkatkan agar pengusaha yang datang dari luar akan betah berinvestasi disini. Saat ini sudah baik mungkin harus ditingkatkan lagi,” pungkasnya. [tata]

Pendidikan Agama Jadi Prioritas Bupati Terpilih

[caption id="attachment_399" align="aligncenter" width="448" caption="Mantan Anggota DPRD Jabar, Marzuki Haris"]Mantan Anggota DPRD Jabar, Marzuki Haris[/caption]

SMS, Tambelang - MANTAN anggota DPRD Propinsi Jawa Barat dari Fraksi PPP, Marzuki Haris, sangat percaya masyarakat Kabupaten Bekasi lebih demokratis dan lebih pintar dalam segi pendidikan politiknya, sehingga tidak mudah untuk terjebak dalam memilih calon pemimpinnya.

Meski banyak calon pemimpin yang mengobral janji, namun masyarakat akan memilih dengan sendirinya, tanpa diminta terhadap pemimpinya, yang sudah ada bukti nyata terhadap masyarakatnya.

“Saya yakin, masyarakat Kabupaten Bekasi sekarang sudah punya pengetahuan cara demokrasi yang baik dan santun serta selalu mengkedepankan hati nurani kerakyatannya, yang berpijak pada kaidah agama untuk membangun daerahnya,”tuturnya.

Ia mengaku, saat ini yang diperlukan pemimpin yang bukan hanya obral janji semata, namun bukti dan kenyataanlah yang jadi pedoman untuk bisa dipercaya masyarakatnya sehingga masyarakat lebih bisa tersejahterakan lagi.

Menurutnya, pemimpin yang terpilih oleh rakyatnya haruslah lebih banyak bekerja extra untuk lebih mengoptimalkan pelayanan terhadap masyarakat, terlebih masalah program-program pro rakyat sehingga dapat terangkat harkat dan martabatnya sebagai masyarakat Kabupaten Bekasi yang lebih sejahtera lagi.

“Namun masalah pendidikan agama khususnya, bukan hanya tanggung jawab kementrian agama saja, namun pemimpin yang terpilih nantinya yang akan menjadi nahkoda Pemerintahan Kabupaten Bekasi hendaknya lebih dapat mendorong untuk membuat peraturan daerah (Perda) tentang nasib kesejahteraan para guru agama,” tegas Marzuki.

Masih kata dia, hal tersebut sangat penting mengingat para guru agama setelah diperhatikan kesejahteraanya akan memberikan timbal balik pada etos kinerjanya, sehingga akan tercipta pendidikan agama yang secara optimal menghasilkan pendidikan yang berkualitas.

Ditambahkannya, lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) yang ada di Kabupaten Bekasi sudah teruji lulusannya. Dengan perhatian lebih, para lulusan yang berkualitas tersebut dapat bersaing  dan memberikan karya terbaiknya.

“Sebaik-baik para pemimpin ialah orang yang selalu mengedepankan kaidah agama serta berpijak pada kepentingan masyarakat umum, dekat dengan tokoh ulama dan masyarakat. Sehingga akan mendapatkan pencerahan dan nasihat untuknya dalam menjalankan tugasnya akan selalu berpihak kepada kemasylahatan,” pungkas Marzuki. [her]

Tentukan Nomor Urut, KPU Gelar Pleno Terbuka

[caption id="attachment_389" align="alignright" width="199" caption="Cabup dan Cawabup yang diusung PKS, PPP dan PKB mendapat nomor urut dua dalam pengundian nomor urut yang digelar pada rapat pleno terbuka KPUD Kabupaten Bekasi, di Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang, Kamis (22/12)."]Sa'duddin dan Jamalullail[/caption]

SMS, Cikarang Selatan - Setelah melalui proses pendaftaran pada 24 November lalu, kini giliran KPU Kabupaten Bekasi menentukan nomor urut kandidat pasangan calon bupati dan wakil bupati. Penetapan nomor urut tersebut dilakukan melalui rapat pleno terbuka di Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang, Kamis (22/12).


Disaksikan unsur muspida, tokoh masyarakat, serta tim sukses pasangan calon bupati dan wakil bupati, tampak penuh sesak memadati aula hotel. Pasangan Darip Mulyana dan Jejen Sayuti datang lebih awal, sekitar pukul 08:30 WIB. Mereka berdua terlihat tenang dikawal pendukungnya yang mengenakan seragam tim sukses berwarna merah. Darip berbusana muslim warna putih tanpa kerah.


Duduk di sampingnya Jejen Sayuti, mengenakan pakaian merah lengan panjang terlihat kontras sekali. Satu jam kemudian, disusul Neneng Hasanah Yasin yang mengenakan setelan jas warna abu-abu dan celana panjang warna hitam, dihias kerudung lepas di wajahnya.


Ikut di belakangnya, Rohim Mintaredja berpakaian resmi. Setelan jas warna hitam seragam, dengan baju lengan panjang warna putih di dalamnya. Terakhir, pasangan Sa’duddin dan Jamalullail Yunus masuk ruangan dikawal tim sukses, datang dengan pakaian seragam. Busana muslim warna putih, serta syal kecil bermotifkan ala timur tengah menggantung di lehernya.


Disampaikan Ketua KPUD Adi Susila, ketiga pasangan yang akan bertarung yaitu SAJA, NERO dan DAHSYAT telah dinyatakan lulus dan memenuhi syarat.


“Semua pasangan dinyatakan lulus, dan memenuhi syarat. Sehat jasmani dan rohani,” kata Ketua KPUD Kabupaten Bekasi Adi Susila, saat membuka kegiatan tersebut.


Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 10:30 WIB, dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya diikuti peserta yang hadir. Sambutan pertama diberikan oleh Adi Susila, dilanjutkan dari Panwaslu yang diwakili Ratna Madurani. Kemudian sambutan dari KPUD Jawa Barat Sanusi, Kapolres Bekasi Kombes Wahyu Hadiningrat dan terakhir sambutan dari Dandim 0507/Bekasi Letkol. Dedi  Nurhadiman.


“Di beberapa wilayah banyak terjadi kekisruhan dalam proses pilkada, marilah kita jaga suasana Bekasi agar kondusif dengan proses pilkada yang fair,” pesan Wahyu, saat itu.


Usai mendengarkan sambutan-sambutan, proses penetapan nomor urut dimulai dengan pemanggilan calon wakil bupati untuk maju kedepan. Mereka mengambil nomor pemanggilan yang disediakan dalam kotak kaca oleh KPU.


Calon wakil bupati dipanggil berdasarkan nomor urut pendaftaran pada 24 November lalu, yakni SAJA, NERO, dan terakhir DAHSYAT. Masing-masing calon wakil bupati memberikan nomor urut pemanggilan kepada calon bupati pasangannya.


Giliran penentuan nomor urut sempat terjadi interupsi yang dilakukan oleh ketua tim sukses NERO, Mustakim. Dia meminta agar penentuan tidak dilakukan dengan mencoblos balon.


“Bukan su’udzon, tapi akan lebih fair jika calon bupati mengambilnya dari dalam kotak. Karena jika mencoblos balon, takutnya balon itu sudah ditandai,” kata pria yang juga Ketua DPRD itu.


Interupsi diterima. Akhirnya cara pencoblosan diubah dengan mengambil langsung dari dalam kotak, oleh masing-masing calon bupati. Pengambilan dilakukan bergantian sesuai dengan nomor urut pemanggilan yang sebelumnya diambil oleh calon wakil bupati.


Setelah semua mengambil, kertas kecil persegi empat tersebut dibuka bersama-sama, disaksikan semua yang hadir. Pasangan NERO nomor satu, SAJA nomor dua dan DAHSYAT mendapat nomor tiga.


Sementara itu,  Ketua KPU Provinsi Jawa Barat Prof. DR. Sanusi Uwes, berharap agar Pilkada Kabupaten Bekasi  yang akan berlangsung 11 Maret 2012 mendatang dapat berjalan dengan baik serta sukses. Untuk itu dibutuhkan kondisi yang lebih kondusif.


Dikatakan, pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Bekasi adalah bagian dari pelaksanaan salah satu ayat UUD 1945, yakni menyelenggarakan pemilihan bupati.


“Kita sudah tahu calon bupati memenuhi persyaratan yang sesuai persyaratan yang kita sepakati, maka siapapun yang terpilih adalah dari putra Bekasi,” kata Ketua KPU Jawa Barat.


Menurutnya, sekarang tinggal masyarakat yang memilih secara jernih diantara tiga pasangan tersebut yang bisa membangun Bekasi. Mereka  semua memenuhi persyaratan. Hanya ia berharap dalam proses  pilkada tersebut masing-masing pasangan meninggalkan politik uang.


“Jangan sampai ada uang sepersenpun untuk membeli suara. Kalau ada pembatalan hasil pilkada itu akan memboroskan uang negara. Jika pelaksanaan pilkada berjalan bersih, tidak ada politik uang kita akan mendapat pemimpin yang baik,” pungkasnya. [tata/Ks 02]